FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa FIKKIA UNAIR Ciptakan Beras Analog sebagai Solusi Diabetes Melitus

KABAR FIKKIA – Diabetes merupakan salah satu masalah utama dan menjadi ancaman serius dalam ranah kesehatan global. Prevalensi diabetes di Indonesia pada rentang usia 20 – 79 tahun diperkirakan mencapai 19,5 juta orang. Angka tersebut menjadikan Indonesia menempati urutan ke-5 penderita diabetes terbanyak di dunia. Kabupaten Banyuwangi sendiri menempati urutan ke-6 dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di Jawa Timur setelah Surabaya, Malang,  Jember, Sidoarjo, dan Pasuruan.

Mengenali sebab diabates militus

Penyebab utama dari penyakit diabetes melitus adalah pola hidup yang tidak sehat. Fenomena yang sering dijumpai adalah makanan tinggi karbohidrat dan lemak, kebiasaan konsumsi makanan instan dengan kandungan natrium tinggi, serta konsumsi makanan dan minuman manis yang berlebihan. Melihat hal tersebut, dua mahasiswa Universitas Airlangga Muhammad Ridwan (Kesmas 22) dan Diza Ulya Nurfaizah (Kesmas 22) memberikan inisiatif solusi berupa “B-GUARDIAN (Beras Analog Umbi Porang dan Limbah Buah Naga)”.

Kombinasi unik umbi porang dan buah naga

Beras analog merupakan produk diversifikasi pangan yang memiliki bentuk dan tekstur mirip beras. Karakteristik dan nilai gizi dari beras analog harus sama baiknya atau lebih baik dari beras pada umumnya. Umbi porang mengandung glukomanan yang bermanfaat menurunkan kadar kolesterol dan trigleserida. Umbi asli Indonesia tersebut memiliki kadar serat tinggi yang baik untuk pencernaan  dengan nilai indeks glikemik (IG) yang rendah.

Pembuatan beras analog di laboratorium gizi FIKKIA. Sumber: Penulis

Buah naga sendiri memiliki komponen bioaktif dan serat pangan yang memiliki efek anti-resistensi insulin. Buah naga teruji mengandung antioksidan, flavonoid dan polifenol yang dapat menurunkan kadar glukosa darah dan mencegah risiko penyakit jantung pada penderita diabetes.

Ketersediaan bahan baku yang melimpah

Perhatian dua mahasiswa UNAIR ini muncul ketika melihat keadaan di Kabupaten Banyuwangi banyak menjumpai penderita diabetes. Disisi lain, ketersediaan buah naga di Banyuwangi sangat melimpah. Hasil panen buah naga yang tidak memenuhi standar, mayoritas dikonsumsi oleh petani atau dijadikan bahan campuran pakan pakan ternak. Padahal, buah naga dapat dijadikan bahan campuran beras analog umbi porang. Selain memberi alternatif makanan sehat, keberadaan beras analog membantu menyelesaikan masalah diabates melitus di Kabupaten Banyuwangi.

Peninjauan ke perkebunan buah naga Banyuwangi Selatan. Sumber: Penulis

Inovasi dua mahasiswa Kesehatan Masyarakat semester 4 ini selaras dan turut mendukung SDG’s 2030 point ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, point ke-12 yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta point ke-17 yaitu kemitran untuk mencapai tujuan.

Penulis: Muhammad Ridwan

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *