FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa FIKKIA UNAIR Kampanyekan One Health City di Surabaya

KABAR FIKKIA – Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga Banyuwangi bergabung dalam One Health Student Club (OHSC) Batch 5. FIKKIA diwakili oleh Ryan Adi Taufiqurrahman (KH 2023) dan Astri Agustina Gultom (KH 2022). Kegiatan berlangsung pada akhir pekan, (28-29/09/2024) di Surabaya. Kegiatan ini diorganisir oleh Airlangga Diseases Prevention and Research Center-One Health Collaborating Center (ADPRC-OHCC).

Sosialisasi pengenalan One Health City pada kelopok ternak unggas Mekarsari. Sumber: Penulis

Selain mahasiswa UNAIR, OHSC juga diikuti oleh 20 peserta dari kampus ITS, UNUSA, dan UPN Veteran Surabaya. Mereka melaksanakan kampanye One Health City dan sosialisasi pembuatan kompos kepada 15 peternak unggas. Selain itu, mahasiswa juga memperagakan proses pembuatan biogas kepada 15 peternak sapi perah

Kompos dari Kotoran Ayam

Mahasiswa memperkenalkan konsep One Health City kepada kelompok Peternak Unggas Mekarsari Baratajaya di Gubeng, Surabaya. One Health City bertujuan untuk mengatasi masalah kesehatan dengan menyinergikan sektor kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Ini bertujuan menciptakan kota yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kegiatan yang dibimbing oleh Prof. Dr. Herry Agoes Hermadi, drh., M.Si. memberikan solusi untuk pengolahan limbah kotoran ayam.

Inovasi yang diperkenalkan meliputi pencampuran molase dan EM5 dengan kotoran ayam. Metode ini tidak hanya mengurangi bau tetapi juga meningkatkan manfaat bagi para peternak. Tambahan molase dan EM5 mempercepat proses fermentasi limbah kotoran ayam. Formulasi EM5, yang dikembangkan oleh Prof. Herry, memiliki kemiripan dengan EM4. Bakteri biofermentor dalam EM5 seperti Streptomyces, Lactobacillus, dan Saccharomyces mampu memfermentasi kotoran hewan.

Formulasi kompos menggunakan pencampuran 30ml EM5, 30ml molase, dan 1L air bersih. Setelah ketiga bahan tercampur, tuangkan pada kotoran ayam kering lalu aduk hingga merata. Indikator bahan siap disimpan di wadah tertutup adalah menggumpal sempurna. Tidak hancur ketika dikepal maupun lembek ketika digenggam.

Pencampuran kotoran ayam dengan air dan EM5 untuk dijadikan kompos. Sumber: Penulis

Pemanfaatan untuk Biogas

Selanjutnya hari kedua, mahasiswa OHSC mensosialisasikan konsep serupa kepada kelompok Peternak Sapi Perah Rukmini di Bendul Merisi, Surabaya. Dalam sesi ini, mereka bekerja sama dengan Prof. Ir. Eddy Setiadi S., Dipl.SE, M.Sc., Ph.D., ahli pengolahan limbah biogas dari ITS. Pembuatan biogas difokuskan pada pengelolaan kotoran sapi. Kotoran sapi mengandung mikroba dari dalam rumen yang mampu mengubah material organik menjadi gas metana melalui proses anaerob.

Kampanye ini ditutup dengan demonstrasi pembuatan biogas. Harapannya, ini menjadi solusi alternatif bagi peternak sapi untuk mengelola limbah ternak mereka secara berkelanjutan. Kedua kegiatan ini menunjukkan penerapan nyata konsep One Health. One Health City memberikan manfaat signifikan bagi peternak yang tinggal di lingkungan perkotaan dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-15 Life on Land 

Penulis : Ryan Adi Taufiqurrahman

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *