KABAR FIKKIA – Mahasiswa semester empat Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga melakukan analisis kesehatan lingkungan di Puskesmas Paspan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, pada Jumat (02/05/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi mata kuliah Analisis Kualitas Lingkungan dengan pendekatan berbasis lapangan. yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kondisi sanitasi lingkungan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Kegiatan inspeksi ini dilakukan oleh empat mahasiswa, yaitu Faradiva Husna Azizah, Husnul Khotimah, K’Sabitah Dahayu Maheswari D. M., dan Yuda Riptanto. Mereka menggunakan instrumen pengamatan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas serta Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, yang mencakup aspek bangunan luar, bangunan dalam dan material, sarana fasilitas sanitasi, serta manajemen kebersihan dan ketertiban lingkungan.
Skor 95 untuk Puskesmas Paspan
Dari hasil penilaian, Puskesmas Paspan meraih skor 95, yang masuk dalam kategori baik. Skor tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar aspek telah memenuhi standar kesehatan lingkungan. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa aspek bangunan luar dan manajemen dalam kebersihan dan ketertiban menjadi komponen yang menonjol dengan penilaian sangat baik.
Namun demikian, ditemukan beberapa hal yang masih memerlukan perhatian lebih. Salah satunya adalah pencahayaan alami di ruang tunggu pasien yang hanya mencapai 32 lux, jauh di bawah standar minimal pencahayaan ruang pelayanan kesehatan yang direkomendasikan sebesar 100–200 lux. Pencahayaan yang kurang optimal ini berisiko menurunkan kenyamanan dan persepsi kebersihan oleh pasien maupun pengunjung.

Dalam wawancara yang dilakukan dengan sanitarian Puskesmas Paspan, Dikry Wahyu P., diketahui bahwa puskesmas telah menjalankan berbagai praktik pengelolaan lingkungan. Pengelolaan air limbah telah dilakukan menggunakan instalasi IPAL, meskipun belum seluruh jaringan dapat terhubung karena kendala biaya dan infrastruktur. Puskesmas juga telah memiliki SOP pengelolaan limbah medis serta prosedur pembersihan ruangan secara rutin setiap hari setelah jam pelayanan. pengelolaan limbah domestik dilakukan melalui proses pemilahan dan penimbangan, kemudian diangkut tiga kali seminggu bekerja sama dengan pihak Desa Olehsari.

Puskesmas juga aktif menjalankan program edukasi kepada masyarakat, seperti kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sosialisasi TBC, pencegahan diare, serta pemutaran video edukasi. Kendati demikian, masih diperlukan peningkatan edukasi tentang pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik di masyarakat, serta pengembangan sistem pengolahan limbah cair agar semua aliran dapat masuk ke jaringan IPAL secara menyeluruh.
“Harapannya, kesadaran dan kemauan masyarakat untuk peduli terhadap kesehatan lingkungan bisa terus membaik dari waktu ke waktu,” ujar Dikry Wahyu P., selaku petugas sanitarian Puskesmas Paspan.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well-Being
Penulis: Faradiva Husna
Editor: Avicena C. Nisa
