KABAR FIKKIA – Sheema Hunafa Qudsi, mahasiswi Kesehatan Masyarakat FIKKIA Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Ia terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam ajang International Conference Santri Mendunia (ICSM) Batch 4 yang berlangsung di tiga negara, yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand pada 9 hingga 15 Februari 2026. Sheema juga merupakan santri penghafal alquran alumni Pondok Pesantren Islamic Center (PPIC) eLKISI Mojokerto.
Konferensi ini mempertemukan santri-santri terbaik dari seluruh ASAN dalam satu forum internasional bertema “Kolaborasi Santri dalam Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah Global”. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para peserta untuk berkompetisi sekaligus berkolaborasi, memadukan nilai-nilai keislaman dengan wawasan akademik dan kepemimpinan global.
Gagasan Ekonomi Syariah Lintas Negara
Dalam rangkaian kegiatan, Sheema mengikuti dua agenda utama, yakni pemaparan paper ilmiah dan debat akademik. Bersama timnya, ia mempresentasikan gagasan inovatif terkait penguatan peran generasi muda santri dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah. Khususnya ekonomi syariah berbasis kolaborasi lintas negara. Kemampuan analisis, argumentasi, serta public speaking yang kuat mengantarkan kelompoknya meraih penghargaan Top 1 Best Group, mengungguli berbagai delegasi dari universitas dan lembaga pendidikan lain di Indonesia.
“Merupakan suatu kebanggaan yang luar biasa untuk bisa mewakili Universitas Airlangga dalam ajang internasional ini. Saya belajar banyak tentang bagaimana santri dapat berperan aktif sebagai agen perubahan dengan membawa nilai-nilai keislaman, integritas, dan semangat kolaborasi untuk menjawab tantangan ekonomi global,” ujar Sheema.

Mahasiswa semester 4 itu menambahkan bahwa pengalaman mengikuti konferensi lintas negara membuka perspektif baru tentang pentingnya jejaring internasional.
“Kami berdiskusi langsung dengan akademisi, praktisi, dan sesama santri dari berbagai daerah. Dari situ saya semakin yakin bahwa santri Indonesia memiliki kapasitas besar untuk tampil di panggung dunia,” katanya.
Saatnya Santri Menjadi Aktor Perubahan
Menurut Sheema, menjadi santri sekaligus mahasiswa kesehatan masyarakat memberikan sudut pandang yang komprehensif dalam melihat isu global.
“Saya percaya bahwa nilai-nilai Al-Qur’an yang kami pelajari di pesantren selaras dengan semangat pembangunan berkelanjutan dan keadilan sosial. Santri tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku perubahan,” tegasnya.
Ia berharap lebih banyak santri yang percaya diri untuk berkiprah, bukan hanya di bidang keagamaan, tetapi juga di bidang sains, ekonomi, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan. Dunia membutuhkan kontribusi generasi muda yang berintegritas.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa dan santri Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional. Keikutsertaan Sheema dalam forum global tersebut sekaligus mempertegas peran generasi muda Muslim dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing global.
Penulis: Zahwa Yasmina Fajri
Editor: Avicena C. Nisa
