KABAR FIKKIA – Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga kembali mengukir prestasi membanggakan melalui partisipasinya dalam kompetisi perdana Duta Mahasiswa Kedokteran Indonesia. Andhika Juliandra Saputra, mahasiswa Prodi Kedokteran berhasil masuk ke dalam kategori putra favorit dengan jumlah vote sebanyak 57 suara. Pengumuman tersebut diperoleh Andika pada Sabtu (08/11/2025) melalui zoom meeting bersama 27 perwakilan mahasiswa kedokteran dari penjuru tanah air.

Duta Mahasiswa Kedokteran Indonesia merupakan organisasi anakan dari Badan Analisis dan Penelitian Ilmiah Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (BAPIN ISMKI). Sebelumnya kompetisi dan penilaian telah berlangsung daring dari 22 September hingga 8 November 2025.
Melalui proses seleksi yang panjang, Andhika (MED 25) berhasil masuk ke dalam kategori putra favorit dengan jumlah vote sebanyak 57 suara. Ia kemudian mengikuti rangkaian kompetisi, mulai dari pembuatan video perkenalan, pengembangan advokasi, hingga tahap final.
Borong Penghargaan Best of the Best
Dalam kompetisi ini, Andhika menampilkan narasi tentang pentingnya peran tenaga medis sebagai influencer dalam menanggapi hoax dan isu kesehatan yang beredar di media sosial. Selain memperoleh gelar sebagai salah satu finalis favorit, ia juga meraih penghargaan Best of the Best yang meliputi kategori Best Essay, Best Presentation, dan Best Supporter. Ia pun mendapatkan gelar Duta Atribut Intelegensia, sebagai bentuk apresiasi atas kualitas dan dedikasi yang ditunjukkan selama kompetisi.
“Walaupun belum berhasil masuk ke posisi 6 besar, saya sangat bangga bisa mewakili fakultas dan universitas. Pengalaman ini sangat bermakna, saya berharap advokasi yang saya buat bisa memberikan manfaat nyata untuk masyarakat luas, khususnya di Banyuwangi, lokasi asal saya dari FIKKIA.” Ucap Andhika dalam wawancara singkat bersama FIKKIA NEWS Kamis, (13/11/2025)
Partisipasi Andhika di kompetisi ini juga menjadi momentum membanggakan karena ia mampu bersaing dengan mahasiswa dari 13 perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Gadjah Mada, Udayana, President University, dan Universitas Riau. Ia merupakan satu-satunya peserta dari UNAIR Banyuwangi yang berhasil menyabet penghargaan bergengsi di ajang ini.

Selain motivasi pribadi, keberhasilan mahasiswa asal Tenggarong ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa kedokteran lainnya di seluruh Indonesia bahwa mereka tidak hanya mampu bersaing secara akademik. Lebih dari itu, mahasiswa mampu memperlihatkan kemampuan komunikasi dan advokasi yang kuat dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan.
Andhika berharap dapat menjadi agen perubahan, menyebarkan manfaat dan dampak positif dari organisasi Duta Mahasiswa Kedokteran Indonesia untuk mahasiswa dan masyarakat secara lebih luas. Ia juga menegaskan bahwa semangat, dedikasi, serta keberanian dalam mengemukakan pendapat adalah kunci utama dalam meraih keberhasilan.
Penulis: Putri Ajeng Aprisa Simorangkir
Editor: Avicena C. Nisa
