FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa Kedokteran Hewan FIKKIA Cetuskan Bisnis Digital untuk Promosikan Konsumsi Susu Kambing

KABAR FIKKIA – Satu tim Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Fakultas Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) UNAIR sedang melaksanakan proyeknya usai diumumkan lolos pendanaan P2MW 2024. Tim tersebut adalah lima mahasiswa Kedokteran Hewan yaitu Devia Wahyu Setyarini (KH 22) selaku Ketua tim, Putri Laura Faradina (KH 21), Syalzaesha Ainun Fatehah Pangestu (KH’22), Rofi’uddin Abdillah Pamungkas (KH 23), dan Rosita Ayu Meiana (KH 23). Tim tersebut dibimbing oleh Faried Effendy, S.Si., M.Kom. dosen dan peneliti bidang system informasi FST UNAIR.

Sensus terakhir menunjukkan jumlah kambing di Banyuwangi mencapai 136.901 ekor. Hal ini membuat berlimpah pula produksi susu kambing perah di Banyuwangi. Kenyataan tersebut berbanding terbalik dengan permintaan konsumsi susu kambing. Faktor yang mengakibatkan minimnya konsumsi yaitu kurangnya akses untuk pembelian  susu kambing. Para peternak sulit mendistribusikan produksi susu kambing mereka kepasaran, dan minimnya promosi ke masyarakat.

Menghadirkan Eco Etawa

Mewakili rekan-rekannya, Devia mengatakan Eco Etawa merupakan singkatan dari E-commerce Susu Kambing Etawa. Eco Etawa berfokus memasarkan Susu Kambing Etawa Banyuwangi. Produk yang dipasarkan merupakan susu kambing murni dan susu kambing dengan varian rasa yang beragam.

“Tujuan kami disini ingin membantu peternak untuk mendistribusikan sekaligus mempromosikan produk susu etawa yang ada di Banyuwangi, karna sejauh ini para peternak kesulitan dalam menjual produknya,” jelasnya.  

Langkah awal yang dilakukan oleh tim tersebut yakni membuat aplikasi dan membuat perjanjian dengan mitra produsen susu kambing etawa Banyuwangi. Saat ini terdapat lima farm yang telah menjalin kemitraan dengan tim tersebut yakni

  1. PPKDN Telemung
  2. Mendhojoyo Farm
  3. Green White Farm
  4. Sae Farm
  5. Ijen Makmur Tamansari

“Kedepannya insyaallah bakalan nambah (mitra) mengingat platform E-commerce kami akan terus berkembang dan penjualan produk pasti tidak hanya susu saja, melainkan bisa menambah produk peternak lainnya,” ujar Devia.

Promosi sosial media dan tempat viral Banyuwangi

E-commerce akan terus berkembang apabila banyak konsumen yang mengunjungi hingga membeli produk dalam platform tersebut. Upaya Devia dan timnya dalam mempromosikan e-commercenya yakni dengan memanfaatkan event Car Free Day (CFD) di Blambangan sebagai wadah mereka untuk mempromosikan e-commercenya. Selain itu, mereka juga berupaya untuk mempromosikan e-commerce melalui media sosial berupa Instagram, Tiktok, dan lain-lain.

Devia optimis terhadap bisnis ini karena di masa sekarang konsumen banyak mengikuti kemajuan digital. Mengoptimalkan promosi sosial media,  E-commerce dapat menjadi pilihan karena konsumen dapat bertransaksi langsung secara online, termasuk jual beli susu kambing.

“Kami berharap dengan hadirnya platform E-commerce yang kita rancang ini dapat membantu meningkatkan perekonomian para peternak dan semakin menyejahterakan peternak kambing di Banyuwangi,” tutur Devia.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well Being, dan ke-15 Life on Land

Penulis: Muhammad Alivio Putra Fajar

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *