FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa Kesehatan Masyarakat FIKKIA belajar Bersama Mahasiswa UPM Malaysia

KABAR FIKKIA – Senin (22/07/2024) hingga Kamis (25/07/2024) Mahasiswa Kesehatan Masyarakat FIKKIA Unair melaksanakan kegiatan student outbond bersama Fakultas Sains dan Perubatan Universiti Putra Malaysia. Kegiatan ini Bernama “Community Health Program” dimana mahasiswa kedokteran UPM melaksanakan kegiatan wajib dibidang Kesehatan Masyarakat yang kemudian berkolaborasi dengan Mahasiswa FIKKIA Unair.

Lokasi pengambilan sampel air

Didampingi oleh Dosen Kesmas FIKKIA Ibu Jayanti Dian Eka Sari, S.KM., M.Kes, beliau membawa 10 orang mahasiswa yaitu Aqila Fawziya Mustafa, Putri Nur Aini, Mohammad Fikriansyah Harjono, Isna Dhella Yasya, Stevin Devas Taragitha, Hecca Anggreana, Kezia Catherine Siswoko, Khahla Pramesti Dwi Rengganis, Afidah Nur Ainisa, dan Moh Alqoniev Doelfif.

Pembelajaran mengenai food safety

Hari pertama, mahasiswa belajar mengenai keamanan pangan yang meliputi standarisasi kebersihan dan keamanan makanan di Malaysia. Termasuk didalamnya kebijakan sertifikasi makanan dan tenaga ahli. Di Malaysia sendiri, terdapat beberapa kriteria khusus dalam menjaga keamanan dan kesehatan makanan. Meliputi pramu saji yang sudah tersertifikasi negara, pengecekan tempat makan/ restoran oleh petugas kesehatan, standar kebersihan ruangan dan dokumen perizinan tempat tersebut. Di Malaysia pun memiliki kebijakan untuk tidak menggunakan zat aditif siklamat. Oleh karena itu pemerintah sangat terliti dalam menyeleksi barang-barang impor.

Setelah selesai penyampaian materi mahasiswa langsung melakukan visitasi di Cafetaria Rumah Sakit Port Dickson Malaysia. Mereka mengimplementasikan apa yang sudah dipelajari dengan melihat layout yang benar terkait penyimpanan tempat pembuangan akhir, stok makanan juga alat-alat yang digunakan selama proses memasak.

Water management and sanitation (Bekalan Air dan Kebersihan Alam Sekitar)

Hari kedua dan ketiga mahasiswa belajar mengenai BAKAS atau Bekalan Air dan Kebersihan Alam. Pada pembelajaran ini mahasiswa memiliki kegiatan utama yaitu memahami standar kebersihan air. Sebelum itu mahasiswa diberi pemahaman tentang cara mengambil sample untuk mengukur kekeruhan air. Teknik mengambil sample dilakukan pada dua tempat yaitu Pantai Port Dickson dan Kolam Renang Banyu Beach Resort Port Dickson.

Pemaparan kondisi BAKAS di Kabupaten Banyuwangi oleh Aqila (kiri)

Masing-masing jenis air (asin dan tawar) memiliki standar kekeruhan yang berbeda, saat air diambil menggunakan plastic khusus sample air, sample tersebut lalu dimasukkan ke sebuah parameter yang akan menunjukan tingkat kekeruhan yang bernama Nephelometric Turbidity Unit (NTUs). Tak hanya itu, di akhir sesi pun mahasiswa FIKKIA mempresentasikan kondisi BAKAS di Kabupaten Banyuwangi sebagai bentuk diskusi dan perbandingan.

Harapannya dengan kegiatan ini, FIKKIA Unair bisa terus menguatkan kolaborasi dan kontribusi tidak hanya dilingkungan sekitar namun juga dengan skala yang lebih besar lagi.

Penulis: Aqila Fawziya Mustafa

Editor: Avicena C. Nisa

(1) Comment

  • Nurachman Mustafa August 1, 2024 @ 7:56 am

    Maju Terus FIKKIA BWI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *