KABAR FIKKIA – Kelompok tujuh mahasiswa Kesehatan Masyarakat FIKKIA UNAIR tengah melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Desa Pesucen, Kalipuro, Banyuwangi. Kegiatan PKL memberikan pengalaman penting bagi mahasiswa, terutama dalam melakukan pelayanan kesehatan. Ketua tim Yohana Calista Pratiwi (KESMAS 2023) mengatakan, pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu agenda utama kegiatan PKL kali ini.
Terhitung mulai Senin-Kamis (5-6/01/2026) timnya telah melakukan pemeriksaan di Dusun Krajan. Kegiatan ini bertujuan mendeteksi risiko penyakit sejak dini.
“Kami melakukan pemeriksaan berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, pengecekan gula darah, asam urat, dan kolesterol”. Ucap Yohana
Pada kesempatan tersebut, Posyandu Nangka Dusun Krajan menjadi lokasi pertama kegiatan pemeriksaan kesehatan.
Kegiatan ini melibatkan bidan Puskesmas Kelir yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Kelir dan kader Rumah Desa Sehat (RDS). Kegiatan Posyandu disambut gembira oleh warga. Terlihat ada 65 kunjungan warga pada Posyandu Nangka, Posyandu Semangka, dan Posyandu Rambutan.
Kolaborasi Efektif Dengan Posyandu Desa
Bidan Desa Pesucen Lisa Wahyuni, S.S.T.Keb menyatakan posyandu rutin dilaksanakan sekali tiap bulan. Desa memiliki sembilan posyandu yang tersebar di tiga dusun. Hingga berita dirilis, tim Puskesmas Kelir dibantu mahasiswa telah melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan pada 3 posyandu. Kedepannya, tim akan melanjutkan pada 6 posyandu lain yang tersebar di Dusun Bangunrejo, dan Padangbaru Desa Pesucen.
“Melalui kegiatan ini, kami dapat mengetahui kondisi kesehatan warga lebih awal sehingga dapat dilakukan tindak lanjut apabila ditemukan hasil pemeriksaan yang perlu perhatian khusus” ujarnya.
Pemeriksaan Rutin Bantu Tenaga Kesehatan Lakukan Tindak Lanjut Lebih Cepat.
Kader Rumah Desa Sehat berperan aktif dalam pendataan dan edukasi kesehatan.
Mahasiswa PKL juga mendukung pencatatan dan dokumentasi kegiatan. Deteksi dini menjadi kunci pencegahan penyakit tidak menular. Kolaborasi mahasiswa dan tenaga kesehatan desa membantu mempercepat layanan dan meminimalkan kesalahan pencatatan.
Desa Pesucen juga menyediakan kunjungan door to door bagi warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Penyabaran posyandu yang merata diharapkan agar masyarakat dapat merasakan pelayanan secara merata dan mudah akses. Ketersediaan mobil desa juga mendukung akses layanan kesehatan secara merata.

Warga menyambut baik keberadaan posyandu yang mudah dijangkau. Layanan ini mengurangi jarak warga menuju fasilitas kesehatan.
“Hun yo gampang perikso kadung ono posyandu iki, dadi seng usah adoh-adoh nang puskesmas”. Kata Susiati, warga pesucen dengan bahasa dan dialek Osingnya.
(“Saya mudah untuk periksa jika ada posyandu ini, jadi tidak perlu jauh-jauh ke puskesmas”)
Penulis: Yohana Calista Pratiwi
Editor: Avicena C. Nisa
