KABAR FIKKIA – Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat FIKKIA Universitas Airlangga mengadakan kampanye kesehatan reproduksi di Situbondo. Kegiatan berlangsung di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak Situbondo, Banyuwangi pada Sabtu (23/11/2024). Tujuan utama acara ini adalah memberikan edukasi kepada anak jalanan tentang pentingnya penggunaan kondom sebagai upaya pencegahan infeksi menular seksual (IMS). Lima mahasiswa tersebut yaitu Dheva, Revalina, Zara, Erzyllia, dan Nabila, menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.

Materi kampanye mencakup kesehatan reproduksi dan kebersihan alat reproduksi sebagai langkah pencegahan IMS. Sebanyak 40 anak jalanan binaan Dinas Sosial Banyuwangi, yang berusia antara 15 hingga 17 tahun, mengikuti kegiatan ini. Sebagian besar peserta adalah pelajar SMP dan SMA, meski hidup dalam kondisi rentan. Kampanye ini juga bertujuan mempererat kerja sama antara mahasiswa dan Dinas Sosial Banyuwangi. Melalui edukasi langsung, remaja jalanan diharapkan memahami bahaya seks bebas serta pentingnya alat kontrasepsi untuk melindungi kesehatan mereka.
Anak Jalanan dan Risiko Kesehatan
Anak jalanan merupakan kelompok rentan terhadap penyakit menular seksual (PMS) dan HIV/AIDS. Banyak dari mereka terlibat dalam perilaku seksual berisiko tanpa perlindungan kondom. Kurangnya kesadaran akan kebersihan diri turut memperparah risiko kesehatan mereka. Perilaku berisiko ini sering kali dipicu oleh rasa ingin tahu pada masa remaja, namun mereka sering tidak menyadari konsekuensinya. Dampak nyata meliputi kehamilan di luar nikah, infeksi PMS, dan paparan HIV/AIDS. Terbatasnya akses terhadap informasi serta layanan kesehatan semakin memperburuk situasi. Penggunaan alat kontrasepsi seperti kondom pun minim, sehingga risiko kesehatan mereka kian meningkat. Kondisi ini menuntut perhatian serius dari berbagai pihak melalui edukasi dan pelayanan kesehatan.
Fokus Edukasi: Personal Hygiene dan Alat Kontrasepsi
Tidak hanya membahas sistem reproduksi, kampanye juga menyoroti bahaya seks bebas pranikah. Melalui program “Cegah Pakai Kondom”, anak jalanan diajak memahami pentingnya kesehatan reproduksi secara menyeluruh. Materi meliputi perawatan organ reproduksi serta penggunaan kondom untuk mencegah IMS. Selain itu, edukasi tentang personal hygiene bertujuan mengurangi risiko penyakit akibat kurangnya kebersihan diri.
Sebagian peserta menganggap topik ini tabu, namun pengetahuan tersebut penting untuk mencegah IMS dan kehamilan tidak diinginkan. Dengan edukasi yang tepat, diharapkan mereka mampu menjaga kesehatan diri dan membuat keputusan lebih bijak.
Hasil Edukasi dan Motivasi
Kampanye diawali dengan pre-test berisi 10 soal tentang sistem reproduksi untuk mengukur pemahaman awal peserta. Hasilnya menunjukkan 70% anak jalanan belum memahami topik tersebut, terutama terkait penggunaan kondom. Selama sesi, berbagai media edukasi seperti leaflet, poster, standing banner, dan simulasi penggunaan kondom dengan timun digunakan untuk memudahkan pemahaman.
Setelah sesi edukasi, peserta mengikuti post-test dengan soal yang sama. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 99% peserta berhasil memahami materi. Kampanye ini mendapat apresiasi dari Dinas Sosial Banyuwangi. Pihaknya merekomendasikan program serupa untuk remaja lainnya. Edukasi tentang personal hygiene juga diharapkan terus berlanjut untuk meningkatkan kesadaran kesehatan remaja.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Health Well Being.
Penulis: Dheva Yudistira Maulana
Editor: Avicena C. Nisa
