KABAR FIKKIA – Meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap pentingnya pencegahan anemia, Prodi Kesmas FIKKIA UNAIR menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Cegah Anemia pada Remaja Putri” di SMPN 1 Banyuwangi. Sosialisasi yang digagas mahasiswa semester 4 terselenggara pada pada Senin, (26/05/2025). Kegiatan merupakan hasil kolaborasibersama Palang Merah Remaja (PMR) SMPN 1 Banyuwangi. Tim mahasiswa yang terlibat terdiri dari Aqila Fawziya Mustafa, Agil Pamungkas, Bryna Wahyu Candra, dan Liny Fasisca Nurul.
Mengusung pendekatan edukasi yang menyenangkan, sosialisasi melibatkan 30 siswa kelas delapan. Peserta secara aktif berpartisipasi dalam berbagai sesi. Mulai dari penyampaian materi edukatif tentang anemia, demonstrasi tata cara konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang benar, hingga praktik membuat jus sehat sebagai cara pencegahan anemia melalui asupan bergizi.
Pantau Konsumsi TTD
Mahasiswa membagikan brosur edukatif mengenai anemia yang dikemas informatif dan kekinian. Mahasiswa juga menjelaskan pentingnya konsumsi rutin TTD bagi remaja putri yang berisiko tinggi mengalami anemia akibat menstruasi. Para siswa diberi pemahaman terkait gejala anemia, dampak jangka panjangnya, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan sejak dini. Siswa putri sebelumnya telah rutin menerima TTD tiap bulan dari sekolah. Sehingga tabel pantau pada brosur dapat memonitoring konsumsi TTD siswa.

Hal penting dalam kampenye anemia ini adalah praktek pembuatan jus sehat yang difokuskan pada bahan-bahan alami kaya zat besi dan vitamin C. Bahan makanan seperti bayam, jeruk, dan buah naga terbukti dapat memenuhi kebutuhan zat besi dan Vit C harian. Siswa terlihat antusias mencicipi langsung jus hasil olahan kakak-kakak mahasiswa. Respons yang diberikan sangat positif. Mayoritas siswa mengatakan jus yang diberikan “enak” dan mereka merasa senang karena bisa belajar dengan cara menyenangkan.

“Kegiatan ini seru banget, kakak-kakaknya juga baik dan ramah. Aku jadi tahu kalau anemia itu bisa dicegah, dan ternyata minum TTD itu penting banget,” ujar salah satu anggota PMR.
Para mahasiswa berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal membangun kesadaran dan kepedulian remaja putri terhadap kesehatan diri sendiri. Khususnya mencegah anemia yang masih menjadi masalah kesehatan umum di Indonesia. Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, siswa dapat terhindar dari anemia.
“Salah satu cara menjaga kesehatan dengan rutin konsumsi TTD dan menjaga pola makan bergizi. Semoga adik-adik di sini bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Liny Fasisca Nurul, salah satu mahasiswa penyelenggara.
Kegiatan edukatif ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kolaborasi lanjutan antara mahasiswa, sekolah, dan komunitas dalam mendukung program kesehatan remaja di Banyuwangi dan sekitarnya.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well-Being dan ke-17 Partnerships for the Goals.
Penulis: Aqila Fawziya Mustafa
Editor: Avicena C. Nisa
