KABAR FIKKIA – Divisi Health Policy Critiq (HPC) dari Banyuwangi Public Health Association (B-PHA) FIKKIA UNAIR kembali menggelar kegiatan tahunan bertajuk Policy Awareness Campaign. Rangkaian talk show edukatif dan kampanye publik yang menyoroti meningkatnya ancaman Penyakit Tidak Menular (PTM). Agenda ini berlangsung pada Sabtu, 15/11/2025) di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi dengan melibatkan mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat umum.
40 mahasiswa kesehatan masyarakat dari angkatan 2023, 2024, 2025 mengikuti pembekalan terlebih dahulu dengan pembicara Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Dwi dr. Dwi Prihatiningsih. Pada talk show tersebut, ia menegaskan bahwa hipertensi masih menjadi ancaman besar yang sering kali tidak terdeteksi.

“Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas di Indonesia serta menjadi faktor risiko besar penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Prevalensinya cenderung fluktuatif, sementara hanya sebagian kecil penderita yang berhasil mengendalikan tekanan darahnya,” ujar dr. Dwi.
Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan rutin sebagai upaya pencegahan. “Skrining dilakukan pada semua kelompok usia dengan prosedur pengukuran yang terstandar untuk memperoleh hasil yang akurat. Hasil pemeriksaan digunakan untuk menentukan tindak lanjut berupa edukasi, pemantauan rutin, terapi, atau rujukan bila ditemukan tanda bahaya,” tambahnya.
Edukasi Langsung ke Masyarakat
Program ini dirancang untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat tentang urgensi pencegahan PTM, seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung, yang masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian di Indonesia. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan materi mendalam sekaligus berkesempatan menyampaikan pesan kesehatan secara langsung kepada masyarakat.
Usai sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan aksi kampanye di area publik. Perempatan Singomayan yang terletak tidak jauh dari Kantor Dinas Kesehatan dipilih untuk melakukan kampanye anti PTM. Mahasiswa membagikan brosur sekaligus edukasi singkat mengenai bahaya PTM, pentingnya pemeriksaan tekanan darah, serta langkah sederhana memulai gaya hidup sehat. Peserta juga memberikan penyampaian lisan singkat kepada pengendara yang melintas. Model kampanye langsung ini dipilih agar pesan kesehatan menjangkau masyarakat yang tidak selalu mengikuti edukasi formal.

Respons masyarakat cukup positif. Banyak pengendara yang menerima leaflet dan meluangkan waktu untuk berdialog singkat mengenai gejala maupun cara pencegahan PTM. Mahasiswa menilai metode kampanye lapangan seperti ini efektif karena informasinya dapat diterima cepat dan mudah dipahami.
Ketua Pelaksana, Bagas Putut Pratama (KESMAS 2024) menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
“Melalui Policy Awareness Campaign, kami ingin menunjukkan bahwa edukasi kesehatan tidak harus selalu dilakukan di ruang seminar. Ketika kami turun langsung ke lapangan, kami bisa bertemu masyarakat yang betul-betul membutuhkan informasi,” ungkap Bagas.
Bagas berharap, kampanye yang dilakukan berdampak pada peningkatan kesadaran serta menggerakkan masyarakat untuk mulai menerapkan perilaku hidup sehat.
Melalui kegiatan ini, B-PHA Unair berharap edukasi berkelanjutan dapat membantu menekan angka PTM di Banyuwangi serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko jangka panjangnya.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well-Being dan poin ke-17 Partnerships for the Goals
Penulis: Zahwa Yasmina Fajri
Editor: Avicena C. Nisa
