BERITA SIKIA – Islam merupakan agama dengan jumlah pemeluk terbanyak di Indonesia. Dikutip dari laman resmi Indonesia.go.id lebih dari 207 juta muslim atau 87, 2 % menjadikan Islam sebagai agama mayoritas. Sehingga dengan mudah kita menjumpai rumah ibadah masjid atau musholla di daerah kota maupun desa.
Masjid difungsikan tidak hanya sebagai tempat beribadah saja, melainkan juga tempat berkumpul, beristirahat, dan sering kali digunakan sebagai sarana Pendidikan, bersilahturahmi dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Kebersihan masjid merupakan faktor penting yang perlu dijaga setiap waktu. Padatnya aktifitas di masjid sebagai tempat syiar masyarakat juga membawa resiko penyebaran penyakit. Meskipun pandemi covid-19 telah redam menjaga kebersihan di tempat potensial berkumpulnya orang tetap dilakukan.
Ditinjau dalam Undang-Undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dikatakan bahwa penyelenggaraan kesehatan lingkungan merupakan upaya untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik secara fisik, kimia, biologi, dan social sehingga setiap orang dapat mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Salah satu masjid terbesar di Banyuwangi yaitu Masjid Agung Baiturrahman memiliki prinsip akan kebersihan yang mana Masjid harus dalam keadaan bersih untuk menjaga kesucian para jamaah yang datang untuk beribadah.
Rabu, (15/03/2023) Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat SIKIA Universitas Airlangga menguji kelayakan dan kebersihan dengan melakukan uji sanitasi kualitas lingkungan di masjid Baiturrahman Banyuwangi. Pengujian dan penelitian dilakukan dengan analisis di lapangan dan metode wawancara bersama petugas kebersihan Masjid.
Pengelolaan kebersihan ditinjau dari pembersihan bangunan, kubah, dan sanitasi yang ada di masjid. Keseluruhan masjid pengelolaan kebersihan masjid cukup bagus. Ketika dilakukan analisa langsung tampak beberapa pengurus masjid sedang membersihkan beberapa sanitasi.
Pengelolaan sampah juga dikategorikan baik. Setiap hari sampah diambil oleh petugas kebersihan, sehingga tidak terjadi penumpukan sampah yang mengakibatkan bau tidak sedap di area masjid.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kebersihannya seperti langit-langit atau kipas yang ada diatas. Tampak atap dan kipas yang sedikit berdebu. Adapun upaya dari pihak pengurus masjid dengan membuat waktu pembersihan secara terjadwal. Ini dikarenakan letak posisinya yang cukup tinggi sehingga tidak dapat dibersihkan setiap hari.
Survey ini sangat berguna untuk memberikan evaluasi kepada petugas kebersihan Masjid, sehingga dapat mewujudkan pembenahan area masjid menjadi lebih nyaman dalam beribadah.
“Survey analisis kualitas lingkungan di lingkungan Masjid Agung Baiturrahman ini menjadi media bagi mahasiswa untuk belajar dan menerapkan ilmu yang telah didapat. Terutama dalam menganalisis kesehatan lingkungan di tempat ibadah yang selalu ramai dikunjungi oleh para jamaah untuk beribadah.” ugkap Ardhya Farisha, mahasiswa Kesehatan Masyarakat SIKIA saat melakukan survei.
Penulis: Ardhya Farisha
Editor: Jasmine Indah
