KABAR FIKKIA – Dalam struktur organisasi mahasiswa, Sekretaris Jenderal (Sekjen) memegang memiliki peran sentral sebagai penghubung utama antara ketua umum, jajaran pengurus besar dan pengurus cabang. Tugasnya bukan sekadar administratif, tetapi juga strategis dalam memastikan koordinasi berjalan lancar, menjaga komunikasi antar-departemen, memastikan solidaritas antar pengurus cabang semakin rekat serta menjadi penanggung jawab ketika ketua umum berhalangan. Posisi ini ibarat “mesin penggerak” yang menjaga ritme organisasi tetap stabil dan terarah.
Terpilihnya Sekjen PB IMAKAHI yang baru
Kini mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga, Nafisa Nur Hanifa (KH 24) resmi terpilih sebagai Sekjen PB IMAKAHI periode 2026. Pemilihan berlangsung dalam Musyawarah Nasional (Munas) XXVIII IMAKAHI di Lecture Building Universitas Udayana pada 31 Januari–2 Februari 2026.
Munas ini mempertemukan mahasiswa kedokteran hewan dari 13 universitas di Indonesia, sekaligus menjadi forum tertinggi untuk menentukan arah organisasi dalam 1 periode kedepan.
Tahapan pemilihan Sekjen dimulai dari pendaftaran calon, dilanjutkan dengan pemaparan grand design organisasi serta penjelasan mengenai International Veterinary Student Association (IVSA). Setelah itu, peserta dan panelis melakukan sesi tanya jawab, sebelum akhirnya sidang musyawarah menentukan Sekjen terpilih.

Dalam Munas kali ini, Nafisa maju sebagai calon tunggal sehingga terpilih secara aklamasi. Meski demikian, ia mengakui sempat diliputi rasa ragu.
“Rasa takut dan gelisah sempat hadir, tetapi saya sadar bahwa amanah ini adalah kesempatan untuk membawa PB IMAKAHI lebih maju. Organisasi harus terus berkembang, dan saya ingin berkontribusi agar koordinasi serta program kerja dapat berjalan lebih baik,” ujar Nafisa.
Tugas dan Peran Sekjen kedepannya
Sebagai Sekjen, Nafisa akan membantu Ketua Umum dalam mengkoordinasi kegiatan internal PB IMAKAHI. Ia juga memiliki kewajiban untuk menggantikan Ketua Umum bila diperlukan, terutama dalam mengkoordinasi kegiatan eksternal bersama Badan Pengawas maupun 13 Pengurus Cabang IMAKAHI yang tersebar di berbagai universitas: USK, IPB University, UNPAD, UGM, UB, UWKS, UNAIR, UNUD, UNHAS, UNDANA UNRI serta anggota muda UNP dan UNNES.
Nafisa menegaskan fokusnya pada internalisasi koordinasi antara Departemen PB dan PC, agar komunikasi dan pelaksanaan program berjalan lebih efektif.
“Sebagai Sekjen, saya akan memastikan setiap departemen dan cabang memiliki arah kerja yang selaras. Koordinasi yang kuat akan menjadi kunci agar program PB IMAKAHI dapat dijalankan secara konsisten,” jelasnya.
Visi dan Harapan yang dibawa
Berbekal pengalaman sebagai staf Departemen PSDM, Nafisa membawa visi kepemimpinan yang menekankan improvisasi, adaptasi, dan penguatan koordinasi. Ia berharap PB IMAKAHI dapat menghasilkan program yang lebih optimal bagi mahasiswa kedokteran hewan di seluruh Indonesia.
“Saya berharap pengembangan PB IMAKAHI kedepan bisa lebih banyak melakukan improvisasi dari periode sebelumnya. Tujuannya agar menghasilkan output yang optimal dan membantu mahasiswa kedokteran hewan se-Indonesia dalam mengembangkan pengetahuan serta kemampuan sebelum menempuh pendidikan profesi,” pungkasnya.
Amanah yang kini diemban menjadi langkah penting bagi IMAKAHI untuk terus berkembang. Harapannya, kepengurusan periode ini dapat menghadirkan program yang relevan dan berdampak bagi seluruh mahasiswa kedokteran hewan di Indonesia
Penulis: Amalia Sofi Ramadanti
Editor: Avicena C. Nisa
