FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa Liverpool Seminggu Mengeksplorasi Banyuwangi Bersama SIKIA UNAIR

BERITA SIKIA – Didapuk sebagai salah satu kampus internasional terkemuka di Indonesia, Universitas Airlangga (UNAIR) pada tahun 2023 ini menempati peringkat 345 kampus dunia versi QS World University Rankings®.

Program Internasionalisasi yang dilakukan adalah student mobility baik student outbond maupun student inbound. baru-baru ini sebanyak 12 mahasiswa Liverpool John Moores University (LJMU) United Kingdom bekesempatan melakukan student inbound part time ke  Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam UNAIR (SIKIA) untuk melakukan sejumlah aktivitas.

Eksplorasi Banyuwangi

Selama 6 (enam) hari di Banyuwangi pada 3-8 Juli 2023, mahasiswa dari LJMU melakukan beragam kegiatan, mulai dari pengenalan kampus SIKIA, budaya suku osing, satwa liar di Taman Nasional Meru Betiri, ekosistem terumbu karang dan klinik hiu di Bangsring Underwaater dan pulau Tabuhan serta hiking ke Ijen volcano. Kegiatan ini sebagai bentuk implementasi SDG’s poin 14 yaitu  tentang upaya menjaga kelestarian ekosistem laut, satwa liar yang dilindungi (Penyu, Hiu, dan Terumbu Karang).

Pada hari pertama sampai ketiga, mahasiswa LJMU melakukan pengenalan dengan staf di kampus, merasakan suasana pedesaan dengan menaiki ATV Capas di Desa Paspan Glagah, menikmati wisata bawah laut Bangsring Underwater dan Pulau Tabuhan, hiking ke Ijen, dan merasakan makanan khas dengan cooking class di Osing Deles.

Dokumentasi : ISTIMEWA

Pada hari keempat dan kelima, mahasiswa LJMU beserta staf dari SIKIA UNAIR yang berjumlah total 22 orang melakukan petualangan untuk melihat kehidupan liar hewan di Sukamade. Meskipun dalam kondisi yang tidak ideal karena hujan, debit sungai yang tinggi, dan jalan yang longsor, tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk mengikuti seluruh aktivitas di Sukamade mulai dari melihat Penyu bertelur pada pukul 20.00 dan melepas tukik di keesokan harinya.

Bahkan Sebagian besar dari mereka memilih untuk tidur ditenda daripada di homestay yang disediakan karena menariknya konsep adventure yang ditawarkan pengelola. Terdapat hal tak terduga terjadi karena getek yang dipakai untuk berangkat menyebrang sungai arah basecamp hanyut. Petualangan untuk kembali pulang menjadi tantangan tersendiri karena harus dilakukan dengan menyebrang 3 sungai dan tracking dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 Km.

Hari keenam, agenda diisi dengan kegiatan budaya yang terpusat di Kemiren, yakni membuat makanan tradisional seperti kucur dan tape bontot, mengenal batik Banyuwangi dan pakaiannya, tradisi tumpeng sewu, serta malamnya ditutup dengan pertunjukan Tari Gandrung dan semua mahasiswa LJMU turut berinteraksi dengan ikut menari. Di tengah agenda di Kemiren, Pemkab Banyuwangi memberikan surprise agenda dengan mengundang mereka untuk menyaksikan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sebagai tamu VIP di Gesibu Blambangan.

Senang berada di Banyuwangi

Dokumentasi : ISTIMEWA

Isaac, mahasiwa level 5 LJMU jurusan Sport and Exercise Sciences merasa sangat senang dan mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan selama seminggu di Banyuwangi. melalui kegiatan ini dia mengetahui pentingnya menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang dan melindungi satwa liar “penyu belimbing” “You personally have made this week such an enjoyment for us all and we’ve made memories that will last us a lifetime”, ungkap Isaac kepada Bintang sebagai manajer agenda.

Dia juga berharap bahwa kepergiannya dari Banyuwangi bukan sebuah perpisahan karena berencana akan kembali lagi setelah kelulusan. Senada dengannya, Abbie Taylor mahasiwa level 5 LJMU jurusan hukum mengutarakan apresiasinya atas seminggu yang tidak akan pernah dilupakan dan berharap bisa Kembali lagi. “Fingers crossed we will see you all soon”, tambah Abbie.


Penulis : Itang
Editor: Jasmine Indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *