FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa Malaysia dan SIKIA UNAIR Lakukan Restorasi Hutan Mangrove Pantai Cemara

BERITA SIKIAProgram Studi Akuakultur SIKIA tengah mengadakan program Integrasi HIMAKUA. Program integrasi  bertajuk Restoration Coral Reefs and Mangrove in Banyuwangi diselenggarakan selama tiga hari (14-16/9/2023). Sepuluh mahasiswa asal UCSI Malaysia dan Universitas Malaya Malaysia, beserta dosen Akuakultur, dan 30 mahasiswa yang tergabung pada organisasi HIMAKUA terlibat langsung dalam kegiatan penanaman mangrove di Pantai Cemara Banyuwangi. HIMAKUA SIKIA berkolaborasi dengan Pokdarwis Pantai Cemara sebagai pengelola kawasan konservasi. Sebanyak 50 bibit mangrove dari jenis rizhopora berhasil ditanam di muara Pantai Cemara. Program Integrasi HIMAKUA menjadi bukti komitmen SIKIA UNAIR mewujudkan SDGs ke 14 Life Bellow Water.

Peserta pengabdian masyarakat sebelumnya dibekali pengetahuan tentang menanam mangrove yang benar di pesisir. Penanaman mangrove menjadi agenda pengabdian masyarakat internasional yang telah diagendakan Prodi Akuakultur tahun 2023.

Koordinator Restorasi Mangrove Dwi Retna Kumalaningrum, S.Pi., M.P. menyampaikan adanya kegiatan ini merupakan wujud kepeduliaan generasi muda tentang pentingnya ekosistem mangrove. Mangrove sebagai vegetasi tumbuhan memiliki peran dalam menjaga ekosistem perairan. Selain itu, keberadaan akar mangrove bermanfaat mencegah abrasi kawasan pesisir.

Pembekalan cara menanam mangrove oleh Pokdarwis

Bapak Sampur bersama Tim Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) turut membekali dan mendampingi peserta Integrasi. Mereka mengajarkan bagaimana cara menanam mangrove yang baik dan benar. Mengingat kondisi perakaran bibit mangrove yang masih lemah, maka perlu perlakuan khusus agar tanaman tersebut terjaga. Bibit tanaman mangrove yang baru ditanam harus diberi penyangga bambu atau kayu. Penyangga berfungsi untuk menahan hempasan gelombang atau arus air yang datang dari laut dan sungai.

Ekosistem mangrove berperan menjaga keseimbangan ekosistem bawah air. Akar mangrove yang menggantung menyediakan ruang bagi ikan-ikan dan satwa rawa untuk hidup dan berkembang biak didalamnya. Organisme laut tersebut menjadikan akar mangrove sebagai rumah sekaligus tempat berlindung dari predator alami. Nelayan lokal tidak perlu lagi pergi jauh ke tengah laut untuk mencari ikan.

Adanya kegiatan penanaman mangrove diharapkan dapat membantu memulihkan ekosistem hutan bakau dikawasan Pantai Cemara. Lokasi Pantai Cemara berhadapan dengan Selat Bali yang dikenal memiliki ombak dan arus laut yang kuat. Oleh karenanya, restorasi hutan mangrove sangat menunjang  suksesi alam sekaligus sekaligus sabuk pelindung gelombang laut. Selain itu, adanya kegiatan ini dapat menambah kesadaran mahasiswa untuk peduli akan kelangsungan ekosistem diperairan. Sehingga kelak generasi penerus dapat terus melihat dan menikmati indahnya alam. Kegiatan restorasi hari pertama ditutup dengan naik perahu berkeliling melihat mangrove yang berhasil terkonservasi. Peserta tidak lupa mampir ke penangkaran penyu yang ada satu lokasi dengan Pantai Cemara.

Penulis: Avicena C. Nisa

Editor: Jasmine Indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *