BERITA SIKIA – Mahasiswa peminatan kesehatan reproduksi Program Studi Kesehatan Masyarakat Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) gagaskan kegiatan pengabdian masyarakat pada Sabtu (19/11/2022) dengan tajuk “Penanaman Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan Metode COMBI”.
Kegiatan CTPS dengan metode COMBI merupakan salah satu kegiatan sosial kemasyarakatan dengan tema “Cuci Tangan Pakai Sabun” yang dilakukan dengan menggerakkan seluruh individu dan keluarga dalam mendorong aksi individu dan keluarga. Metode ini juga menggabungkan berbagai intervensi komunikasi untuk masyarakat mau mengadopsi perilaku sehat dan mau mempertahankannya agar menjadi sebuah keberlanjutan sehingga hal ini menjadi sebuah nilai dalam individu tersebut.
Pengabdian masyarakat mengajak pelajar TK dan SD diamtaranya, TK Islam Mandiri Pakis dan SD Model Banyuwangi dengan sasaran siswa-siswi kelas 4. Ketua pelaksana, Arifah Nurul Basyiroh menyebut bahwa tujuan diadakan pengabdian masyarakat tersebut guna menanamkan kebiasaan CTPS sejak dini.
CTPS penting dilakukan guna menghindarkan anak-anak dari berbagai macam penyakit seperti diare, sakit mata, tipes, dll. Karena sumber penyakit terbanyak yaitu kuman dan bakteri yang berasal dari tangan.
“Kegiatan pengmas ini diselenggarakan dengan tujuan menanamkan kegiatan ctps sejak dini dan kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi dan dua kelompok sasaran yang berbeda. Lokasi pertama yaitu SD Model Banyuwangi dan TK Islam Mandiri Pakis” Ujarnya, Arifah.

Selain itu, mahasiswa yang akrab disebut Arifah menyebutkan bahwa perbedaan dari kedua kelompok sasaran dilakukan sebagai bentuk upaya perbandingan keefektifan kegiatan kepada sasaran. Selain pelatihan, adapun kegiatan yang dilakukan tim selain edukasi kepada sasaran yaitu memberikan sesi games sebagai bentuk evaluasi.
“lokasi dan sasaran pertama dilakukan dengan dua sesi kegiatan, yang pertama menonton video edukasi CTPS kemudian dilanjutkan dengan sesi games yaitu tebak gaya sebagai bentuk evaluasi dan rangsangan motorik siswa dalam memahami materi” paparnya.
Usai kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, Arifah mengharapkan siswa dapat menerapkan CTPS menjadi sebuah kebiasaan sehari-harinya. “Harapan saya kedepannya dengan adanya kegiatan ini, siswa-siswi mampu menjadikan CTPS ini sebagai suatu kebiasaan dan budaya yang wajib dilaksanakan dalam dirinya, sehingga mereka lebih sadar dan akan kesehatan dirinya” tandasnya.
Penulis : Midory Autake
Editor: Acn
