FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa PENGMASNAS IMAKAHI Ikuti Pembekalan Teknik Handling dan Cara Injeksi Ternak

KABAR FIKKIA– Kegiatan Pengabdian Masyarakat Nasional (PENGMASNAS) oleh Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (IMAKAHI) resmi dimulai pada Jumat (22/11/2024) di Banyuwangi. Sebelum mulai terjun ke masyarakat, 90 mahasiswa dari Prodi Kedokteran Hewan dari seluruh Indonesia mendapatkan pembekalan terlebih dahulu. Materi pembekalan diberikan oleh Drh. Zhaza Afilia, M.Si., dosen Kedokteran Hewan (FIKKIA UNAIR), di halaman kampus Mojo FIKKIA UNAIR.

Pembekalan sangat penting bagi para mahasiswa yang akan terjun ke lapangan pada hari kedua. Materi yang disampaikan mencakup tata cara handling, injeksi, pemeriksaan, serta persiapan lapangan lainnya. Pembekalan ini bertujuan agar para mahasiswa lebih memahami dan siap dalam menangani ternak besar di Desa Macan Putih, Banyuwangi.

Teknik Handling Ragam Jenis Ternak di Banyuwangi

Drh. Zhaza Afilia menjelaskan berbagai jenis ternak besar ruminansia yang ada di Banyuwangi, seperti kambing peranakan etawa, sapi peranakan ongol, sapi bali, sapi madura, dan sapi limosin. Beliau juga memberikan penjelasan mendalam tentang teknik handling dan restrain ternak. Handling sapi, misalnya, dapat dilakukan dengan memegang keluh sapi untuk membantu mengarahkan dan menenangkan hewan selama prosedur medis. Metode Burley Rope digunakan untuk restrain sapi, yang melibatkan penggunaan tali kuat dan fleksibel untuk mengendalikan gerakannya.

Praktik handling kambing. Foto: Penulis

Dalam menangani kambing, Drh. Zhaza menekankan pentingnya teknik handling yang benar untuk memastikan kesejahteraan hewan dan keselamatan mahasiswa. Kambing, yang cenderung aktif dan terkadang agresif, bisa dihandle dengan cara memepetkan tubuh mereka pada tembok kandang. Penggunaan alat restrain membantu mengendalikan kambing saat pemeriksaan atau pemberian obat, mengurangi risiko cedera baik pada kambing maupun mahasiswa saat keswan.

Tata Cara Injeksi dan Penggunaan Jarum yang Tepat

Setelah memberikan pembekalan tentang handling, Drh. Zhaza melanjutkan dengan materi injeksi. Mencakup teknik injeksi intramuscular, intravena, dan subkutan. Beliau menjelaskan penggunaan spuit 5ml/5cc dan 10ml/10cc untuk berbagai ukuran dan jenis ternak serta cara injeksi yang tepat. Spuit 5ml/5cc dengan jarum 22G sering digunakan untuk kambing atau domba yang memerlukan dosis lebih dari 3ml, serta pedet dan hewan ternak yang membutuhkan dosis tidak terlalu besar. Sedangkan spuit 10ml/10cc digunakan untuk injeksi pada pedet dan sapi dewasa, biasanya dengan jarum 18G atau 20G, cocok untuk pemberian obat dengan konsistensi pekat.

Simulasi injeksi oleh peserta pembekalan. Foto: Penulis

Pada akhir sesi, Drh. Zhaza menjelaskan tentang obat-obatan dan vitamin yang akan digunakan pada kegiatan hari kedua. Beliau berharap para mahasiswa dapat menjalin komunikasi yang baik dengan warga Banyuwangi selama kegiatan berlangsung, untuk mendukung keberhasilan program pengabdian masyarakat ini.

Kegiatan PENGMASNAS ini diharapkan memberi pengalaman praktis bagi para mahasiswa, dan manfaat nyata bagi masyarakat dan peternak di Banyuwangi. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat, diharapkan tercipta solusi kesehatan hewan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua pihak.

Penulis: Amalia Sofi Ramadanti
Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *