KABAR FIKKIA – Kelompok 3 Praktik Kerja Lapangan Desa Telemung Prodi Kesehatan Masyarakat FIKKIA Universitas Airlangga melaksanakan program unggulan bertajuk Demo Sehat. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa UNAIR kepada masyarakat berbasis promotif dan preventif. Edukasi mengenai gastritis dilaksanakan pada Senin (12/01//2026) di Pendopo Balai Desa Telemung. Sebanyak 17 ibu anggota PKK Desa Telemung dengan penuh antusias. Peserta dan mahasiswa penuh semangat mengawali dengan aktifitas senam bersama.

Koordinator PKL Kelompok 3 Annisa Latifa Rahma (KESMAS 23) menyampaikan pentingnya kesadaran menjaga kesehatan lambung.
“Gastritis sering dianggap keluhan biasa, padahal jika dibiarkan dapat mengganggu kualitas hidup. Melalui Demo Sehat, kami ingin ibu-ibu PKK memiliki pemahaman yang benar agar mampu menerapkan dan menyebarkan pola makan sehat di keluarga masing-masing,” ujarnya.
Mengenal Gastritis atau Mag
Gastritis merupakan peradangan dinding lambung yang sering dialami masyarakat. Berdasarkan data kesehatan dari Puskesmas Kelir, gastritis menempati 5 besar penyakit dengan kasus terbanyak di Desa Telemung. Kondisi ini menegaskan perlunya edukasi kesehatan langsung kepada masyarakat.
Kondisi gastritris dipicu pola makan tidak teratur dan konsumsi makanan pedas. Adapun faktor lain meliputi stres, konsumsi kafein berlebihan, dan kebiasaan makan tidak sehat. Gejala gastritis meliputi nyeri ulu hati, mual, muntah, dan perut kembung. Penderita juga sering merasakan tidak nyaman setelah makan.
Banyak masyarakat masih menganggap mag sebagai keluhan ringan. Padahal, pemahaman tersebut berisiko menunda penanganan dan memperparah kondisi lambung. Pencegahan gastritis dapat dilakukan dengan makan teratur dan mengelola stres. Masyarakat juga perlu menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Program Demo Sehat dirancang sebagai intervensi promotif dan preventif tingkat desa.
Pendekatan ini diharapkan mampu menekan angka kejadian gastritis secara berkelanjutan.
“Edukasi seperti ini sangat bermanfaat karena masyarakat jadi lebih memahami penyebab dan cara mencegah gastritis. Harapannya, ilmu yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari”. Ungkap Misdi, Kepala Desa Telemung.
Peran Ibu sebagai Agen Perubahan Kesehatan Keluarga
Ibu-ibu PKK dipilih sebagai sasaran utama karena memiliki peran strategis dalam mengatur pola makan dan gaya hidup keluarga. Dengan pemahaman yang tepat, seorang ibu diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku sehat di lingkungan rumah tangga.
“Selama ini saya pikir mag itu biasa saja. Setelah ikut kegiatan ini, saya jadi lebih paham pentingnya makan teratur dan memilih makanan yang aman untuk lambung,” ungkap Bu Endang, salah satu peserta kegiatan.
Sejalan dengan itu, Kepala Desa Telemung Misdi mendukung kegiatan edukasi yang dilakukan mahasiswa. Menurutnya, masyarakat menjadi lebih memahami pencegahan gastritis sebagai upaya menngkatkan kualitas hidup yang sehat.
Melalui program ini, mahasiswa PKL FIKKIA UNAIR berharap masyarakat semakin sadar kesehatan.
Desa Telemung diharapkan berkembang menjadi komunitas yang peduli kesehatan secara berkelanjutan.
Penulis: Annisa Latifa Rahma
Editor: Avicena C. Nisa
