KABAR FIKKIA – 6 mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi mendapatkan kesempatan melaksanakan koasistensi klinik jejaring di Klinik Habitat Satwa Surabaya. Mereka berasal dari Gelombang 2 yang terdiri dari Muhammad Aqil Kurnianto, Raissa Amelia Yumna, Ratmasari Alifina Damaratri, Vicia Dara, Ghifar Nazhif Mumtaz, dan Ikmalia Amaliy. Program magang klinik jejaring berlangsung selama 2 minggu mulai dari Senin (27/10/2025) hingga Jumat (07/11/2025).
Belajar Digitalisasi Manajemen dan Praktik Klinik
Mahasiswa Koasistensi, Muhammad Aqil Kurnianto mengatakan sebagai seorang dokter hewan muda mereka mempelajari sistem administrasi klinik, diagnosa, hingga tindakan operatif. Habitat satwa memiliki peralatan klinik yang lengkap dan nyaman sebagai sebuah klinik hewan swasta. Mulai dari fasilitas pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan penunjang. Layanan yang diberikan juga luas mulai dari pet clinic, pet shop, pet hotel, dan pet taxi.
“Habitat Satwa memiliki sistem administrasi dan pelayanan modern. Jadi kami diajari mengenai sistem administrasi klinik yang sudah berbasis online,” katanya.
Selain administrasi, dokter hewan muda tersebut juga mendapatkan pengetahuan tentang manajemen opname yang kompleks. Ruangan opname di Habitat Satwa memiliki 4 bagian yaitu ruang titip sehat untuk penitipan hewan sehat dengan jangka waktu tertentu, ruang opname non infeksius untuk perawatan penyakit tidak menular, ruang infeksius untuk penyakit menular, dan ruang respirasi untuk hewan yang membutuhkan perawatan khusus terkait masalah kesehatan pernafasan.
“Habitat Satwa merupakan klinik mumpuni yang berada di Kota Surabaya. Banyak hewan yang kami bantu tangani seperti anjing, kucing, burung, landak, hamster, kura-kura, dan lainnya,” jelas mahasiswa koasistensi asal Probolinggo itu.

Dalam praktik medik veteriner, mahasiswa PPDH FIKKIA Gelombang 2 turut serta dalam pelaksanaan pemeriksaan hingga operasi. Mereka mendapatkan pengalaman dan pembelajaran steril hewan melalui berbagai teknik kastrasi untuk jantan dan ovariohysterectomy (OH) untuk betina. Terkhusus untuk OH, mereka mempelajari tentang teknik flank dengan pembedahan dari sisi lateral dan teknik laparotomi dengan menyayat bagian rongga perut.
“Untuk tindakan medis kami diajarkan tindakan operasi ovariohysterectomy , kateter, dan kastrasi,” tuturnya.
Aqil bersama kelompoknya berharap dapat terus mengembangkan keilmuan medis yang dimiliki berdasarkan ilmu praktik disamping mempelajari textbook. Termasuk dalam mengetahui tata cara berkomunikasi bersama owner dengan baik. Juga secara nyata dapat melaksanakan berbagai tindakan medis veteriner yang diperlukan dengan lapangan. Karena ilmu kedokteran hewan juga memerlukan seni untuk memastikan pengobatan dapat berjalan dengan tepat.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
