KABAR FIKKIA – Mahasiswa Gelombang II Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) membagikan kisah magangnya saat Stase Reproduksi. Salah satunya, magang yang bertempat di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang sebagai salah satu balai ternak terlengkap di Indonesia. Magang berlangsung pada Senin (10/11/2025) hingga Jumat (21/11/2025). Kelompok tersebut terdiri dari Valerie Brilianda Putri, Dhenatra Rifqy Prasetyo, Tri Ena Wulandari, Rifki Adrian Syach, Gusti Ayu Illiyin Putri Santosa, dan Diniah Umy Farihah.
Dalami Peran Dokter Hewan Dalam Inseminasi Buatan
Salah satu anggota kelompok, Valerie Brilianda Putri mengatakan magang stase reproduksi tersebut membuka perspektif baru mengenai besarnya peran dokter hewan dalam mendukung ketahanan pangan. Terutama melalui teknologi inseminasi buatan. Fokus utama kegiatan mereka pemrosesan semen beku dan pemeliharaan pejantan unggul.

Mereka mendalami cara penanganan semen hingga pengolahan menjadi semen beku agar dengan tetap menjaga kualitas tanpa mengalami kerusakan. Selain mendalami tentang pembuatan straw tersebut, mereka turut mempelajari ilmu dasar gangguan reproduksi, hormonal, dan penentuan waktu yang tepat untuk melakukan inseminasi buatan.
“Jika kita sudah memahami dasar dan fisiologis hewan tersebut, maka kedepannya akan dapat melakukan inseminasi buatan dengan maksimal untuk mencegah terjadinya repeat breeding,” katanya

Tak hanya itu, mereka juga belajar secara langsung banyak hal. Mulai dari manajemen kandang, monitoring kesehatan hewan, teknik pengambilan semen (penampungan), evaluasi kualitas semen, pengolahan menjadi straw, penyimpanan dalam nitrogen cair dan pendistribusiannya ke berbagai daerah. Seluruh rangkaian proses dipraktekkan langsung di bawah supervisi tenaga ahli BBIB.
“Tidak hanya pada sapi, mereka juga menangani prosedur serupa pada kambing serta diperkenalkan pada berbagai kasus penyakit yang umum terjadi pada ruminansia kecil,” jelasnya.
Ikuti Bimbingan Teknis Inseminator
Mereka juga terlibat dalam bimbingan teknis dari BBIB Singosari untuk Traning Program Inseminator. Seminar berlangsung sangat menarik dengan materi terkait teknik inseminasi buatan, gangguan reproduksi, gangguan hormonal, tips and trick dalam melakukan inseminasi buatan agar tidak repeat breeding, dan tentang waktu terbaik dalam melakukan inseminasi buatan. Mereka juga saling berdiskusi dengan inseminator yang mengikuti bimbingan teknis.
“Mereka menceritakan kasus yang ada di lapangan untuk dibahas bersama dan diberikan solusi oleh dokter hewan yang menjadi pemateri,” tuturnya.
Selain itu, mereka juga dapat berinteraksi dengan mahasiswa lain yang sedang melakukan magang di BBIB Singosari. Beberapa diantaranya dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Universitas Jambi, Polbangtan Malang, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Hasanuddin (UNHAS). Valerie dan tim berharap dapat lebih memahami mengenai reproduksi hewan.
“Bukan hanya dasar fisiologis reproduksinya saja. Tetapi juga dapat mengembangkan skill dalam teknologi reproduksi seperti pelaksanaan inseminasi buatan,” tutupnya.
Penulis: Azhar Burhanudin
Editor: Avicena C. Nisa
