KABAR FIKKIA – Rabu (11/12/2024) Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) FIKKIA Universitas Airlangga melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Teaching Farm Kampus Sobo. Kegiatan mulai berlangsung 9 Desember hingga 2 pekan kedepan. Stase PKL Teaching farm akan terbagi menjadi 3 bagian yaitu manajemen perunggasan, manajemen ternak besar dan ternak kecil, serta manajemen satwa liar. Stase PKL ini dibimbing oleh Amung Logam Saputro drh., M.Si., Bodhi Agustono, drh., M.Si., Ragil Angga Prastiya, drh., M.Si., Faisal Fikri, drh., M.Vet., dan Sri Danar Dana drh.
Belajar Manajemen Satwa Liar
Manajemen satwa liar menjadi poin pembelajaran yang utama dalam mempersiapkan mahasiswa untuk terjun di PKL Satwa liar nantinya. Teaching farm saat ini menyediakan beberapa satwa liar seperti burung jalak kebo, dan iguana untuk media mahasiswa dalam melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran manajemen satwa liar mencakup kebijakan, serta tindakan lapangan untuk mengurangi praktik illegal. Pembelajaran manajemen satwa liar sejalan dengan SDGs poin 15 yaitu Life on Land. Maksud dari poin 15 bertujuan untuk melindungi, memulihkan, dan mendukung keberlanjutan ekosistem darat. Hal ini mencakup konservasi keanekaragaman hayati dan upaya mencegah kepunahan spesies.
Urbanisasi yang pesat menimbulkan tantangan besar dalam upaya konservasi satwa liar. Perkembangan kota yang pesat memaksa satwa memasuki area penduduk untuk mencari sumber pangan dan tempat tinggal. Situasi tersebut dapat memicu konflik antara satwa dan manusia. Serangan hewan liar atau kerusakan harta benda milik wargapun tidak terhindarkan. Konflik sering berakhir dengan penangkapan sepihak atau pembunuhan satwa liar tanpa adanya putusan dari pihak yang berwenang. Pada akhirnya akan mempercepat penurunan populasi dari spesies tersebut.
Peran Dokter Hewan dalam Pencegahan Konflik
Dokter hewan yang nantinya terjun ke dunia satwa liar akan menemui konflik tersebut. Sehingga sebagai calon dokter hewan harus tau bagaimana caranya mengatasi konflik manusia dengan satwa.
“Entah apakah hewan itu harus di rehabilitasi atau euthanasia. Tentu kita harus memilih pilihan yang sesuai dengan kondisi satwa tersebut.” ujar drh faisal selaku dosen saat kelas manajemen satwa liar. Minimnya dokter hewan bidang satwa liar menjadikan upaya dalam mengkonservasi satwa liar kurang maksimal. Adanya pembekalan ilmu manajemen satwa liar pada stase PKL Teaching Farm diharapkan dapat melahirkan dokter hewan yang kompeten dalam bidang satwa liar.
Penulis: Fania Aulia Rahmah
Editor: Avicena C. Nisa
