FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa SIKIA Dukung Program Vaksinasi PMK di Kecamatan Glagah, Banyuwangi

BERITA SIKIA – Mendukung Kabupaten Banyuwangi menuju bebas penyakit mulut dan kuku (PMK). Dinas Pertanian dan Pangan bersama dengan Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga melakukan vaksinasi PMK dosis pertama sebanyak kurang lebih 300-400an dosis bagi ternak kambing dan sapi di Wilayah Kecamatan Glagah Banyuwangi. Untuk mendukung kegiatan tersebut, HMKH sendiri mendelegasikan sebanyak 17 mahasiswa dari angkatan 2020 dan 2021 pada Rabu (2/11/2022).

Delegasi HMKH bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Banyuwangi di Desa Kampunganyar

Vaksinasi Langkah Preventif

Salah satu relawan vaksinator, Alfian Dzaka Ramadhan mengungkapkan walaupun angka PMK sudah semakin melandai. Namun, vaksinasi tersebut menjadi sebuah langkah pencegahan dalam mencegah terjadinya penyakit mulut dan kuku kedepannya. 

“Vaksinasi ini menjadi langkah preventif peternak untuk mencegah PMK yang masih mungkin terjadi,” ungkapnya.

Untuk mengakomodir peternak yang menyebar di berbagai pelosok desa. Relawan mahasiswa disebar bersama dengan vaksinator dari unsur veteriner dan TNI-POLRI ke beberapa wilayah desa di Kecamatan Glagah.

“Kami disebar ke beberapa wilayah di Glagah seperti Desa Paspan, Desa Kampung Anyar, dan Desa Taman Suruh bersama dengan vaksinator PMK,” tuturnya.

Bantu Recording Ternak

Mahasiswa Kedokteran Hewan SIKIA angkatan 2021 itu mengatakan untuk mendukung kegiatan vaksinasi. Mahasiswa dikerahkan untuk melakukan pencatatan data terkait kondisi ternak pada peternakan yang divaksinasi. 

“Mahasiswa menjadi bagian pencatat jumlah hewan yang divaksinasi, pemiliknya serta alamat kandangnya,” katanya.

Menyikapi berbagai persoalan vaksin yang masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Alfian menjelaskan memang ada beberapa peternak yang masih berpikiran negatif. 

“Tanggapan peternak memang beberapa masih ada yang skeptis. Ga mau divaksin karena peternak melihat ternaknya sedang bunting. Jadi merasa takut,” jelasnya.

Namun secara umum, lebih banyak peternak yang menerima untuk di vaksin PMK. Karena sudah mulai tumbuh kesadaran terkait kesehatan ternak di tengah masyarakat. 

Jadi Mengerti Kondisi Lapangan

Selain mendapat pengetahuan baru tentang realitas vaksinasi PMK di masyarakat secara langsung. Alfian menjadi lebih mengerti kondisi kesejahteraan ternak masyarakat di desa secara langsung.

“Ini jadi pengalaman pertama mengikuti kegiatan vaksinasi ternak tapi banyak ilmu baru. Terutama lebih mengerti keadaan lapangan sesungguhnya yang beraneka ragam,” tutupnya.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor : Choirun Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *