FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

SIKIA Unair Ajak PKK Kelurahan Banjarsari  Manfaatkan Bunga Telang Sebagai Tanaman Obat Tradisional

BERITA SIKIA – Hipertensi/ tekanan darah tinggi menjadi permasalahan kesehatan yang banyak ditemui. Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi tahun 2021 merilis jumlah penderita hipertensi di Banyuwangi mencapai angka cukup tinggi yakni 477.570 jiwa. Ketersediaan tanaman obat keluarga dapat menjadi solusi mengatasi tingginya jumlah penderita hipertensi.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa semester 2 SIKIA Universitas Airlangga melakukan implementasi Projek Pembelajaran Dasar Bersama. Mahasiswa dari  program studi Kedokteran Hewan, Akuakultur, dan Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan sosialisasi pemanfaatan bunga telang atau Clitoria Ternatea sebagai obat-obatan keluarga di Kelurahan Banjarsari, Glagah, Banyuwangi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (12/5/2023) dengan dihadiri oleh 30 orang ibu-ibu PKK RT.03 RW.01 Kelurahan Banjarsari, Banyuwangi. 

Program sosialisasi merupakan bentuk penerapan poin sdgs ke 3 yaitu kehidupan sehat dan sejahtera. Pemanfaatan Bunga Telang sebagai tanaman obat keluarga dapat membantu masyarakat Desa Banjarsari meningkatkan taraf kesehatan.

Hanif Gusti, Mahasiswa Akuakultur SIKIA UNAIR angkatan 2022 selaku ketua tim pelaksana menjelaskan alasan dipilihnya Bunga Telang.

Bunga telang termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan dengan cara sangat sederhana dan memiliki manfaat luar biasa. Sehingga nanti selain memperkenalkan bunga telang, kami juga akan memberikan edukasi terkait budidaya bunga telang di Kelurahan Banjarsari.Jelasnya.

Manfaat Bunga Telang

Selain hipertensi, bunga telang juga berkhasiat mengurangi peradangan, meningkatkan fungsi kognitif pada otak, menjaga kesehatan jantung, meringankan stress, hingga dapat menjadi pakan ternak. Bunga telang berkembang biak dengan biji yang berada dalam polong. Setiap polong berisi 5 hingga 10 butir biji dan biasanya biji dihasilkan oleh bunga telang dalam kisaran umur 110 hari sampai 150 hari.

Tata Cara Budidaya Bunga Telang

Ibu-ibu PKK di Kelurahan Banjarsari juga diberikan pelatihan budidaya Bunga Telang melalui media tanam arang, kompos, pupuk kandang, ataupun sabut kelapa. Media tanam yang sudah disiapkan dimasukkan ke polybag dan disiram air dengan penyiraman secara langsung ataupun menggunakan botol spray hingga tanah menjadi lembab. Kemudian biji bunga telang kering dapat ditanam kedalam tanah yang tidak terlalu dalam agar tidak menghambat proses pertumbuhan.

Pelatihan Budidaya Bunga Telang. Sumber : Tim Pelaksana

Minuman Bunga Telang yang Siap Dihidangkan

Secara sederhana, tim pelaksana juga mensosialisasikan cara pembuatan minuman dari Bunga Telang. Minuman ini berbahan dasar bunga telang yang sudah dikeringkan, kemudian dicampur dengan air panas, dan didiamkan selama 15 menit. Kemudian air yang dicampur Bunga Telang akan berubah warna menjadi biru. Setelah Bunga Telang kering tidak lagi mengeluarkan warna, air panas dapat disaring dan minuman telah siap untuk disajikan. Minuman dari Bunga Telang ini juga dapat dikombinasikan dengan campuran madu, jahe, ataupun jeruk lemon.

Pada akhir acara, tim pelaksana juga membagikan bibit tanaman Bunga Telang kepada 30 ibu-ibu PKK di Kelurahan Banjarsari. Hal tersebut dilakukan bertujuan agar kedepannya masyarakat dapat secara mandiri membudidayakan Bunga Telang di halaman rumahnya masing-masing sebagai tanaman obat keluarga berbekal dengan pengetahuan pelatihan budidaya yang telah diberikan. Selain itu, masyarakat juga dapat memiliki peluang untuk menjadikan minuman Bunga Telang sebagai bisnis yang dapat memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

 

Penulis: Ahmad Danang Sagita

Editor: Acn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *