BERITA SIKIA – Memperingati HUT-TNI ke-77 tahun, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengadakan Kejuaraan Nasional Pencak Silat Tingkat Nasional yang diberi nama “BLAMBANGAN NATIONAL CHAMPIONSHIP 2” yang diselenggarakan pada tanggal 18 hingga 20 November 2022. Kejuaraan nasional tersebut mempertemukan jawara pencak silat di tingkat pelajar, mahasiswa dan umum untuk kelas tanding dan seni di Gedung Serba Guna GOR Tawangalun Banyuwangi. Selain itu, diselenggarakannya kejuaraan nasional dalam rangka mewujudkan semangat juang TNI , paseduluran perguruan pencak silat di Indonesia , saling hormat menghormati dan mempunyai mental juara
Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam mendelegasikan lima atlet terpilih untuk bertanding dikejuaraan tersebut. Lima atlet yang maju berlaga antara lain:
- Achmad efendi wijaya dari Program Studi Kedokteran Hewan (C)
- Daffa zahrin khatulistiwa dari Program Studi Akuakultur (F)
- Hikam Zainul Qolbi dari Program Studi Akuakultur (E)
- In’amul aufa dari Program Studi Akuakultur (C)
- Resty Oktavianingtyas Pratiwi dari Program Studi Akuakultur (A)
Kejuaraan ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman mahasiswa yang mengikuti beladiri pencak silat.
“Ini kesempatan terbaik untuk menunjukkan kemampuan dan bakat yang sudah diasah melalui latihan latihan dengan ada nya lomba tersebut menambah pengalaman dan meningkatkan mental peserta” ucap Jaya yang berlaga di kelas tanding.

Dari lima atlet yang berlaga, tiga atlet berhasil meraih juara di kategori putri dan putra. Ketiga jawara tersebut adalah:
- Daffa Zahrin Khatulistiwa juara 2 tanding putra
- Resty Oktavianingtyas Pratiwi juara 3 tanding putri
- In’amul Aufa Juara 3 tanding putra
Dibalik keberhasilan meraih juara, ada persiapan yang dilakukan satu bulan sebelum pertandingan atau perlombaan dimulai. Daffa Zahrin Khatulistiwa selaku ketua kontingen, menjelaskan persiapan dari atlet yang akan bertanding di event pencak silat nasional tersebut. Mulai dari latihan fisik seperti tendangan dengan lari, push up, sit up, dan lari yang dilakukan setiap hari hingga menjaga pola tidur. Latihan tekun yang telah dilakukan sebulan lalu mengantarkan ke 3 atlet mendapatkan juara.
“Harapan kami kedepannya di SIKIA ada organisasi yang mewadahi minat dan bakat mahasiswa di bidang seni bela diri seperti silat sehingga regenerasi juara dapat diteruskan dan bisa mengikuti kompetisi yang lebih luas lagi” ungkap Zahrin.
Penulis: Resty Oktavianingtyas Pratiwi
Editor: Acn
