BERITA FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga Banyuwangi kembali menerima kunjungan inbound dari mahasiswa asing. Kegiatan inbound FIKKIA tak terbatas hanya mahasiswa asing dari rumpun kesehatan dan ilmu alam saja. Banyuwangi kental dengan budaya dan sejarah yang erat dengan kehidupan masyarakat didalamnya memberikan ruang belajar bagi mahasiswa sosial humaniora.

Oleh karena itu 4 mahasiswa bernama Nattawadee Chuenchit (Natalie), Patita Naknut (Matmee), Pattamaporn Yompool (Pai), dan Tiantarn Panchasarp (Tien) menjelajah Bumi Blambangan bersama Fakultas Ke 17 UNAIR itu pada 25 hingga 29 Februari 2024. Mereka merupakan Program Studi Southeast Asian Studies, Faculty of Social Sciences, Kasetsart University Thailand. Sebelum ke Banyuwangi, mahasiswa asal negeri gajah putih itu telah melakukan kegiatan jelajah budaya bersama Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR.
Pelajari Budaya Osing
Dengan empat hari di Banyuwangi, hari pertama kunjungan mereka mengunjungi kampung Kemiren yang lekat dengan budaya osing. Keempat mahasiswa kasetsart University itu juga dikenalkan dengan salah satu makanan khas osing yaitu pecel pitik di salah satu rumah adat. Mereka sangat menikmati santapan makanan di depan api pawon dapur yang menyala di depannya. Memberikan kehangatan suasana kekeluargaan bersama dalam belajar. Dengan mengenal budaya lewat kuliner dan beraktivitas bersama orang lokal secara langsung membuat mereka kagum. Hari pertama ditutup dengan kegiatan penjelasan dari Susy Katikana Sebayang Ph.D tentang antropologi budaya dan makanan di Kampus FIKKIA Giri.
Jelajahi Laut Selat Bali
Hari Kedua mereka diajak menjelajah keindahan alam Grand Watu Dodol dan Pulau Menjangan. Ditemani tim FIKKIA dan Suciyono, S.St.Pi., M.P. melakukan kegiatan eksplorasi alam bawah air dan keanekaragaman laut di kedua tempat tersebut. Berbagai biota dapat mereka temukan menjadi salah satu ilmu pengetahuan baru tentang pariwisata Banyuwangi bagi mereka.

Pelajari Sejarah Banyuwangi
Hari ketiga, mereka mengawali hari dengan mendaki gunung Ijen lewat pintu pendakian utama Paltuding. Melihat 360 derajat wilayah disekitarnya dari puncak gunung vulkanis penghasil belerang itu. Waktu ke waktu Banyuwangi terus mengalami perubahan. Jejak sejarah dari zaman kerajaan Blambangan hingga kolonial Hindia Belanda masih banyak dijumpai di berbagai tempat.

Mahasiswa asing itu juga diajak mengenal kekayaan histori The Sunrise of Java tersebut. Mereka melakukan city tour dengan mengunjungi museum blambangan yang menampilkan berbagai visual Banyuwangi dari masa ke masa. Dilanjutkan dengan mengunjungi salah satu pelabuhan tua di wilayah Kota Banyuwangi yaitu Boom Marina. Tempat tersebut menjadi peninggalan sejarah masa jaya pelabuhan perkotaan Banyuwangi dalam menyalurkan berbagai komoditas dan penumpang ke wilayah lain.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
