FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa UMT Cicipi Segarnya Jamu Desa Tamansari

KABAR FIKKIA – Kegiatan Belajar Bersama Komunitas (BBK) Internasional Universitas Airlangga dan Universitas Malaysia Terengganu (UMT) memasuki hari kelima pada Senin, (11/11/2024). Pada hari tersebut, para mahasiswa mendapatkan pengalaman membuat jamu minuman tradisional khas Indonesia serta berbagai olahan lainnya seperti mocktail dan selai beras kencur. Di Balai Desa Tamansari, 30 mahasiswa UMT belajar membuat dan mencicipi jamu yang dibuat dari tanaman herba desa.

Dalam sesi ini, tim PPK Ormawa Komikat Pecinta Alam dan Konservasi FIKKIA UNAIR memandu mahasiswa membuat jamu menggunakan tanaman obat. Mahasiswa meracik jamu secara mandiri berdasarkan bahan-bahan yang telah dijelaskan. Tak hanya itu, mereka juga diajak untuk mempromosikan jamu melalui media sosial masing-masing. Kegiatan ini turut melibatkan ibu-ibu PKK Desa Tamansari yang membantu tim PPK memberikan panduan langsung kepada mahasiswa dalam proses pembuatan.

Meramu Jamu yang Kaya Manfaat

Para mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai jenis jamu seperti jamu tempong, kesrut, wedang telang, dan wedang secang. Salah satu yang menarik adalah jamu tempong. Minuman tersebut berbahan dasar air rendaman beras, cabai merah, ranti, lemon, gula pasir, dan garam. Tempong sendiri merupakan makanan khas banyuwangi yang memiliki rasa pedas segar yang khas. Jamu tempong mempunyai khasiat untuk menjaga kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, meningkatkan imunitas, dan menjaga kesehatan kulit.

Herba kering bahan jamu. Foto: PPKO KPAK

Selain itu ada juga jamu kesrut yang terbuat dari cabai merah, ranti, serai, kecombrang, jahe, lemon, gula aren dan garam. Manfaat jamu kesrut seperti menjaga kadar gula darah, menjaga kadar asam urat dan mencegah peradangan pada tenggorokan. Jamu buatan tim PPK telah memiliki izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), menjadikannya aman dan terpercaya untuk dikonsumsi. Selain untuk mahasiswa, pelatihan ini juga bertujuan memberdayakan ibu-ibu PKK Tamansari agar mampu mengembangkan usaha berbasis produk jamu.

Yohana Calista selaku penanggung jawab kegiatan berharap jamu Indonesia dapat semakin dikenal di ranah internasional termasuk melalui mahasiswa yang terlibat dalam program ini. 

“Semoga jamu Indonesia terutama buatan tim PPK semakin terkenal hingga ke tingkat internasional,” ujarnya optimis.

Dengan kolaborasi lintas negara dan inovasi modern, jamu diharapkan mampu mendunia sebagai warisan budaya Indonesia yang bernilai.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-17 Partnership for the Goal dan ke-3 Good Health and Well Being

Penulis: Uni Eska Mahmudi

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *