Transisi revolusi industri 4.0 menuju era society 5.0 pada tahun 2045, turut membawa Indonesia berkembang lebih signifikan di berbagai sektor. Perubahan signifikan terjadi di sektor barang dan jasa seperti transportasi, keuangan, pendidikan, hingga perdagangan. Perkembangan terjadi pada media dan metode yang digunakan agar lebih efektif dan efisien bagi pengguna. Artificial Intelligence menjadi alat yang massif digunakan untuk kebutuhan industri dan bisnis.
Artificial Intelligence dapat diartikan sebagai kecerdasan buatan yang dapat membantu pekerjaan manusia dengan teknologi guna lebih efektif dan efisien. Pernyataan ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Denny Jean Cross Sihombing dan Alexander Wirapraja (2019) yang menyatakan bahwa kecerdasan buatan atau artificial intelligence merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin komputer dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia. Penelitian lain oleh Fajrin Azwary, Fatma Indriani, Dodon T. Nugrahadi (2016) juga menyatakan bahwa artificial intelligence dapat membantu manusia untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi dalam bentuk ChatBot.
Peran artificial intelligence makin terasa disektor perdagangan atau bisnis Indonesia. Banyak perusahaan yang berlomba untuk menciptakan value proposition pada pelanggan atas bisnisnya dengan memanfaatkan penggunaan artificial intelligence. Fenomena ini selaras dengan hasil penelitian mengenai konsep bisnis yang dilakukan oleh Ferdi Fathurohman (2018) yang menyatakan bahwa seiring dengan perkembangan zaman, pada sektor bisnis memiliki peluang sangat tinggi pada segmen pelanggan dan ancaman tinggi pada value propositions. Maka dari itu, penggunaan artificial intelligence dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan value propositions sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.
Terdapat beberapa bentuk artificial intelligence yang banyak dimanfaatkan oleh beberapa bisnis di Indonesia. Pemanfaatan AI bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan mulai dari Virtual Reality, Speech Recognition, hingga AI dalam bentuk sensor kamera.
Beberapa contoh penerapan AI sensor kamera dalam bisnis yakni Load Scanner yang berfungsi melihat muatan truk atau mobil box. Kamera akan menangkap dimensi sehingga dapat memperoleh data berat muatan yang dibawa oleh truk atau mobil box.
Selain itu, terdapat juga Smart Gate yang berfungsi untuk melakukan pengecekkan terkait penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) secara digital. Jadi, apabila objek yang ditangkap belum menggunakan APD lengkap, maka pintu masuk tidak dapat terbuka secara otomatis.
Pemanfaatan AI sensor kamera juga dilakukan oleh salah satu perusahaan kacamata untuk meningkatkan value proposition pada pelanggan atas bisnis kacamata yang dijalankan. Perusahaan ini menggunakan media kamera layar dengan fitur 3D Scanning yang akan membantu customer dalam pemilihan kacamata yang terbaik sesuai dengan kebutuhan. Penerapan teknologi AI pada perusahaan kacamata ini membantu customer untuk tidak perlu antri atau membuat janji secara manual ketika hendak konsultasi terkait bentuk frame, warna, ukuran, hingga kebutuhan lensa.
Teknologi AI yang diterapkan oleh perusahaan kacamata ini tentu akan meningkatkan kenyamanan bagi customer karena kacamata yang didapatkan akan sangat sesuai dengan bentuk wajah dan kebutuhan customer. Hal ini sejalan dengan manfaat dari AI yang dikemukakan oleh Cheung, Lee, Wang, Chu, & To (2003) yang menyatakan bahwa pemanfaatan AI dalam dunia bisnis dapat menjadi mesin penjawab otomatis di bidang layanan pelanggan. Didukung juga oleh penelitian lain yang dilakukan oleh Remagnino, Shihab, & Jones (2004) yang juga menyebutkan bahwa AI dapat bermanfaat untuk menjadi mesin pendeteksi wajah (face recognition) untuk peningkatan kenyamanan pelanggan.
Berdasarkan beberapa contoh penerapan artificial intelligence di Indonesia, maka dapat dianalisis SWOT pada implementasi AI dalam aspek bisnis yakni sebagai berikut:
Strenght
- Dapat mengurangi waktu dalam proses bisnis
- Dapat meminimalisir penggunaan sumber daya manusia dalam proses bisnis
- Dapat mengurangi human error atau kesalahan manusia dalam proses bisnis
- Dapat memecahkan permasalahan kompleks yang terjadi dalam proses bisnis
- Dapat meningkatkan added value pada produk atau jasa yang dijual
- Dapat mengintegrasikan keseluruhan sistem dalam proses bisnis
- Dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas prosedur bisnis
- Dapat mengontrol keseluruhan kegiatan bisnis melalui remote
Weakness
- Meningkatkan biaya khususnya untuk biaya instalasi
- Ketergantungan pada listrik dan sambungan internet
- Cukup riskan terkait keamanan data
- Masih belum terdapat Undang-Undang tentang teknologi informasi yang melindungi secara maksimal
Opportunities
- Peningkatan level atau standar kehidupan masyarakat
- Peningkatan kebutuhan teknologi
Threat
- Kompetisi bisnis semakin tinggi
- Kerjasama bisnis semakin terbatas antar perusahaan
- Interupsi pasar asing semakin meningkat
- Rendahnya kualitas SDM untuk mampu mengoperasikan teknologi AI dalam proses bisnis
Menilik dari analisis SWOT penerapan artificial intelligence pada sektor bisnis, lalu bagaimana respon yang seharusnya dilakukan oleh mahasiswa guna stabilitas lapangan pekerjaan di masa yang akan datang?
Menurut saya AI akan terus berkembang dan semakin masif penerapannya di masa yang akan dating. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian bagi generasi masa depan tentang respon yang perlu dilakukan untuk menghadapi keberadaan AI di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri, keberadaan AI sangat membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu yang lebih cepat. Lalu apabila AI semakin massif diterapkan, apakah seluruh pekerjaan manusia akan terancam?
Keberadaan artificial intelligence akan dapat menjadi peluang sekaligus menjadi ancaman. Peluang besar akan muncul seiring dengan perkembangan AI di Indonesia bagi sumber daya manusia yang ‘cerdik’ dalam membidik peluang. Sebaliknya, AI akan menjadi ancaman bagi sumber daya manusia yang hanya mampu bekerja sesuai dengan ‘petunjuk’ atau ‘perintah’ yang sudah ada sebelumnya. Maka dari itu, sebagai generasi masa depan, mahasiswa harus dapat memperhatikan beberapa kompetensi penting dalam mempersiapkan hidup berdampingan bersama artificial intelligence.
Kompetensi sangat penting diperhatikan karena akan berpengaruh secara langsung terhadap job performance seseorang. Era revolusi 4.0 saat ini menuntut seseorang untuk memiliki job performance yang unggul. Kompetensi dari seseorang dapat berupa personal characteristics, motive trait (sifat), Self-Concept, dan pengetahuan, yang mana kompetensi tersebut secara langsung akan berpengaruh terhadap behavior skill atau keterampilan. Semakin tinggi tingkat keterampilan seseorang maka akan semakin baik Job Perfomance yang dihasilkan sehingga dapat memenuhi tiga unsur penting Job Perfomance yakni profitabilitas, produktifitas, dan kualitas. Maka dari itu, berikut beberapa kompetensi yang penting untuk dimiliki dalam menghadapi perkembangan AI di Indonesia:
- Risk Management.
- Kompetensi manajemen risiko sangat penting dipelajari dan dimilik oleh SDM di era revolusi 4.0. Hal ini penting karena pada era saat ini, seseorang dituntut bekerja ataupun menciptakan pekerjaan dengan tingkat produktifitas, profitabilitas, dan kualitas yang tinggi. Manajemen risiko dapat dilalui dengan mengidentifikasi risiko dari AI, penilaian kuantitatif/kualitatif terhadap risiko dari AI, prioritas risiko terhadap AI, perencanaan respon dari risiko AI, dan pemantauan risiko yang kemungkinan terjadi dengan adanya AI.
- Analytical Skill
- Kompetensi analitik akan dapat membantu seseorang dalam membuat keputusan tentang suatu pekerjaan yang melibatkan AI agar dapat dikembangkan secara konsisten dan terorganisir, sehingga keputusan yang dihasilkan lebih terdokumentasi dengan baik dan beralasan kuat dalam bisnis.
- Documentation Skill
- Kompetensi dokumentasi melibatkan kemampuan seseorang untuk menetapkan dan merancang konsep penerapan atau penggunaan teknologi AI dalam bisnis. Hal ini meliputi penetapan jenis teknologi AI yang digunakan, efektifitas dan efisiensi teknologi AI, penetapan prosedur kontrol pada teknologi AI yang digunakan hingga pemantauan kepatuhan prosedur terhadap penerapan AI dalam proses bisnis.
- Corrective Action
- Kompetensi ini melibatkan kemampuan seseorang untuk melakukan tindakan korektif terhadap teknologi AI yang digunakan dalam pekerjaannya. Hal ini meliputi evaluasi kelemahan AI yang digunakan, respon atau solusi atas kelemahan, hingga rekomendasi atau solusi terhadap evaluasi AI dalam proses bisnis.
- Active Learning
- Kompetensi penting yang harus dimiliki pada era perubahan saat ini adalah kemampuan berkomitmen untuk aktif belajar mengembangkan kompetensi yang telah dimiliki. Hal ini berkaitan dengan kondisi bisnis dan teknologi yang selalu berubah, hingga persaingan pasar yang tidak menentu sehingga menuntut SDM untuk terus meningkatkan kompetensi yang dimiliki agar tetap bersaing dalam dunia kerja.
Author : Ahmad Danang Sagita (Mahasiswa S1 Akuntansi K. Banyuwangi)
Editor: Acn
