KABAR FIKKIA – Dalam industri akuakultur, penyakit bakterial pada ikan merupakan salah satu ancaman yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sebagai bagian dari segmen akuakultur, penting untuk selalu update akan isu tersebut. Kamis (12/09/24) Program Studi Akuakultur Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), UNAIR Banyuwangi menghadirkan Dr. Nora Faten Afifah Mohamad, spesialis fish diseases, sebagai special speaker dalam kuliah tamu bertajuk “EXPLORING BACTERIAL FISH DISEASES”. Turut hadir dalam Kuliah tamu kali ini segenap dosen Akuakultur FIKKIA UNAIR dan mahasiswa akuakultur semester 3, 5, dan 7 melalui platform zoom.
Di Awal pemaparannya, Dosen Universiti Putra Malaysia (UPM) tersebut mengungkapkan kondisi akuakultur di Malaysia. Produksi perikanan tangkap dan budidaya Malaysia mencapai 1,6 juta ton pada tahun 2020, turun 2,36% dari tahun 2019. Sektor perikanan memberikan porsi pendapatan yang signifikan bagi lebih dari 106.000 nelayan dan petani lokal di Malaysia. Sayangnya, sektor ini telah mengalami berbagai penyakit ikan pada banyak spesies ikan, yang mengakibatkan kerugian ekonomi yang besar dan membahayakan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang.
Kategori Penyakit pada ikan
Penyakit ikan dapat dibagi menjadi dua kategori besar yaitu menular dan tidak menular. Penyakit yang menular umumnya disebabkan organisme patogen. Sedangkan penyakit tidak menular disebabkan oleh masalah lingkungan, genetik, atau kekurangan nutrisi. Dr. Nora Faten menyebutkan bahwa salah satu yang memperparah infeksi patogen pada ikan adalah tingkat stres. Stres merupakan suatu kondisi di mana keseimbangan dinamika organisme yang disebut homeostasis, terancam atau terganggu akibat tindakan rangsangan intrinsik atau ekstrinsik yang bertindak sebagai stressor.
Jenis patogen
Patogen secara umum dapat dibagi menjadi 3 kelompok diantaranya:
- Patogen obligat : memerlukan inang sebagai bagian mendasar dari siklus hidupnya
- Patogen fakultatif : dapat hidup bebas di lingkungan atau menjadi patogen jika tersedia inang yang sesuai
- Patogen oportunistik : dapat menjadi patogen dalam keadaan yang tidak biasa misalnya stres berat atau inang yang mengalami gangguan kekebalan (kelompok ini adalah yang paling sulit diprediksi), dapat memanfaatkan kondisi tertentu dalam inang untuk menyebabkan penyakit
Banyak dari jenis bakteri merupakan patogen oportunistik. Beberapa penyakit bakterial yang menyerang ikan diantaranya adalah Vibriosis, Edwardsiliosis, Pasteurellosis, Mycobacteriosis, Tenacibaculosis, Streptococcosis, dan Aeromoniasis.
Dalam presentasinya Dr. Faten menyebutkan salah satu upaya untuk menghambat penyebaran penyakit bakterial adalah dengan penggunaan antibiotik. Statement tersebut ditanggapi oleh Faizal Ulkhaq, S.Pi., M.Si. yang mengatakan bahwa banyak negara di dunia melarang penggunaan antibiotik pada produk perikanan. Dosen divisi manajemen kesehatan ikan itu juga menanyakan alternative way dalam pencegahan penyakit selain dengan antibiotik.
“Ya, penggunaan antibiotik bukanlah cara terbaik, karena antibiotik memiliki efek negatif untuk masa depan. pencegahan dapat dilakukan dengan pengolahan air yang optimal dan penerapan biosecurity yang baik” Balas dosen tamu itu
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin dan ke-17 Partnership for the Goals dan ke-4 Quality Education
Penulis: Syarifa Jamil
Editor: Avicena C. Nisa
