FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mengenal Kekayaan Biodiversitas di Terengganu dan Pentingnya Tanggung Jawab Bersama

KABAR FIKKIA – Hari ke sebelas Rabu (06/08/2025) Pelaksanaan BBK berlangsung di Auditorium Kompleks Kuliah Pusat Universiti Malaysia Terengganu (UMT). Kegiatan ini merupakan akhir dari inti program yaitu Sustainability Talk yang dihadiri oleh peserta Belajar Bersama Komunitas (BBK) International dari Universitas Airlangga. Acara ini digelar oleh Institute of Tropical Biodiversity & Sustainable Development (IBTPL) UMT dengan tujuan memberikan wawasan mendalam mengenai kekayaan biodiversitas Terengganu dan upaya pelestariannya. Kegiatan ini dihadiri oleh 35 peserta  BBK dari Universitas Airlangga.

Dalam sesi ini, enam narasumber dari berbagai bidang keilmuan memaparkan topik yang saling melengkapi. Dr. Mohamad Aqmal Mohd Naser, seorang Ichthyologist, mengupas peran ikan air tawar dalam keberlanjutan ekosistem serta tantangan yang dihadapi akibat penangkapan berlebih, polusi, dan perubahan iklim. Dr. Bryan Raveen Nelson, Marine Ecologist, memaparkan teknologi konservasi terkini yang digunakan untuk melindungi spesies akuatik langka.

Dr. Siti Norasikin Ismail, seorang Botanis, memperkenalkan flora unik Terengganu seperti Thismia, Begonia rajah, Rafflesia catleyi, dan herbal Tongkat Ali yang hanya ditemukan di Semenanjung Malaysia. Sementara itu, Dr. Aini Hasanah Abd Mutalib, Primatolog, berbagi wawasan tentang penggunaan bioakustik untuk mengenali dan memantau kehidupan satwa di hutan.

Suasana di auditorium Institute of Tropical Biodiversity & Sustainable Development (IBTPL) UMT. Sumber: Istimewa

Topik teknologi juga hadir melalui paparan Ts. Dr. Teh Sabariah Abd Manan. Environmental Technologist, yang menjelaskan penerapan teknologi digital dalam siklus air untuk mendukung pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Sebagai penutup, Dr. Norhayati Ab Manaf, Social Anthropologist, menyoroti pemberdayaan masyarakat adat melalui pendidikan dan pelestarian budaya di Terengganu sebagai bagian penting dari keberlanjutan sosial.

Kegiatan ini menegaskan bahwa melestarikan biodiversitas bukan hanya persoalan sains. Terlebih juga melibatkan kesadaran, penghormatan terhadap budaya lokal, dan penerapan praktik berkelanjutan. Diskusi mengaitkan erat isu lingkungan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Life on Land, Life Below Water, Climate Action, dan Responsible Consumption.

Dari kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman lebih luas bahwa kehidupan manusia sangat bergantung pada kelestarian alam. Perlindungan spesies bukan sekadar menjaga keanekaragaman hayati, tetapi juga memastikan keseimbangan ekosistem untuk generasi mendatang. Sustainability Talk pun menjadi pengingat bersama bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab kolektif demi masa depan yang lestari.

Penulis: Aqila Fawziya Mustafa

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *