Di era digital saat ini, penggunaan berbagai macam bentuk gadget menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Peningkatan ini terutama terjadi pada saat pandemi covid-19 dimana mengharuskan bekerja dan belajar dilakukan secara daring. Screen time yang meningkat saat menggunakan media elektronik ini berkontribusi pada munculnya Computer Vision Syndrome (CVS). Lalu, bagaimana CVS berpengaruh pada kesehatan mata? Berikut penjelasan dr. Yoan Ary Wydianti, Sp.M dosen Prodi Kedokteran FIKKIA UNAIR yang sehari-hari praktik di RS Al-Huda Gambiran Banyuwangi.
Mengenal pengertian Computer Vision Syndrome
American Optometic Assiciation (AOA) mendefinisikan Computer Vision Syndrome atau dikenal sebagai digital eye strain sebagai sekumpulan gejala pada mata dan penglihatan yang berhubungan dengan penggunaan computer termasuk desktop, tablet, laptop, smart phone. Selain gejala ocular dan penglihatan, terdapat juga gejala musculoskeletal yang dapat muncul seiring bertambahnya durasi penggunaan perangkat elektronik.
Penyebab terjadinya CVS
Saat menatap komputer atau layar digital, otot mata bekerja lebih berat karena mata harus fokus dalam waktu lama. Membaca di buku dan dilayar tentu berbeda karena kontras antara tulisan dan background yang rendah sehingga tulisan tampak tidak tidak setajam di buku. Adanya pantulan cahaya dan silau dari layar komputer secara tidak sadar memaksa mata bekerja lebih fokus lagi. Fokus pada layar komputer mengakibatkan menurunnya reflek mengedip dan membuat mata menjadi kering sehingga menjadi mudah iritasi.

Mengatur posisi tempat beraktifitas menggunakan gawai dan laptop sangat dianjurkan. Pastikan layar tidak menghadap kearah datangnya cahaya. Intensitas cahaya matahari yang berlebih membuat penglihatan silau. Sehingga secara langsung membuat otot mata bekerja keras untuk memastikan objek terlihat lebih jelas.
Alumnus Spesialis Ilmu Kesehatan Mata FK UNAIR 2007 tersebut menambahkan, pentingnya mengantisipasi dan menyadari gejala CVS lebih awal agar tidak terjadi gangguang kesehatan yang berkelanjutan.
Apa saja gejala CVS ?
- Mata lelah
- Mata terasa tegang
- Nyeri sekitar mata
- Penglihatan tampak kabur atau ganda
- Mata merah, berair, dan gatal
- Mata kering
- Pusing
- Kaku dan nyeri pada leher
- Nyeri punggung
Keluhan tersebut dapat terjadi diakibatkan oleh :
- Pencahayaan kurang
- Silau pada layar digital
- Jarak mata dan layar
- Postur saat duduk
- Gangguan refraksi yang tidak terkoreksi
Bagaimana cara mencegah CVS ?
- Pastikan posisi secara ergonomis. Atur posisi duduk senyaman mungkin saat bekerja di depan komputer. Gunakan kursi yang dirancang sesuai dengan postur tubuh. Usahakan ketinggian saat duduk dapat menunjang posisi mata saat menatap monitor, maupun lengan saat mengetik.
- Posisi Layar. Pada umumnya orang akan merasakan nyaman melihat layar pada saat mata melihat kebawah. Posisikan layar 20 derajat derajat kebawah dari pandangan mata.
- Pencahayaan. Posisikan layar tidak tepat di bawah lampu atau menghadap jendela untuk mengurangi refleksi cahaya ke layar. Menutup tirai jika cahaya yang masuk terlalu silau dan menggunakan lampu meja dengan watt yang rendah.
- Anti-glare screens. Apabila tidak bisa mengurangi silau dari pantulan lampu dan jendela, gunakanlah filter anti-glare pada layar komputer. Filter tersebut akan mengurangi pantulan cahaya lampu ke layar komputer.
- Pengaturan layar komputer. Ubah tingkat keterangan, kontras dan ukuran huruf hingga membuat pengguna nyaman dan mata tidak mudah lelah.
- Frekuensi mengedip. Perbanyak frekuensi mengedip saat didepan layar agar terhindar dari mata kering.
- Gunakan kacamata. Gunakan kacamata yang sesuai dengan kondisi pengguna jika mengalami rabun jauh (myopia), rabun dekat (hypermetropia), mata silinder (astigmatisme), dan mata tua (presbyopia).
- Air mata buatan. Bagi pengguna yang mengharuskan bekerja dengan layar komputer dengan jangka waktu lama, jika diperlukan dapat memberikan tetes air mata buatan tanpa pengawet untuk mengurangi gejala mata kering.
Tips mengatasi mata lelah
- Lakukan Rule 20 – 20 – 20 dengan cara :
- Istirahatkan mata setelah 20 menit menatap layar komputer
- Alihkan pandangan sejauh 20 kaki atau setara dengan 6 meter
- Lakukan selama 20 detik
Penggunaan layar digital pada gawai dan leptop saat bekerja memang tidak terhindarkan. Selain melakukan pencegahan, penting juga melakukan pemeriksaan kesehatan mata secara berkala. Mengistirahatkan mata dengan melihat pada objek jauh dan pemandangan dapat melatih elatisitas otot mata. Dengan mengetahui langkah preventif CVS, memungkinkan lebih bijak mengatur penggunaan layar digital untuk menjaga kesehatan mata anda dan keluarga.
Penulis: dr. Yoan Ary Wydianti, Sp.M (dosen Kedokteran FIKKIA UNAIR)
Editor: Avicena C. Nisa
