FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Meningkatkan Keyakinan dan Harga Diri ODHA Melalui Penerimaan Diri

KABAR FIKKIA – Mahasiswa dan dosen dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) terus berkolaborasi aktif melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Puskesmas Sempu pada Sabtu (21/9/2024). Kegiatan ini melibatkan mahasiswa semester tiga dan lima yang bekerja sama dengan dosen dalam merencanakan serta melaksanakan program pemberdayaan wanita ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).

Kegiatan pengmas ini melibatkan dua belas wanita ODHA yang sedang menjalani pengobatan di wilayah kerja Puskesmas Sempu. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mendukung kehidupan yang sehat serta mempromosikan kesejahteraan bagi semua kalangan, terutama wanita. Melalui edukasi mengenai HIV/AIDS serta pemberdayaan fisik dan mental, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA agar dapat sehat berkelanjutan dan bebas dari stigma.

Foto bersama nakes, panitia, dan peserta sosialisasi. Sumber: Tim Pengmas

Tak hanya itu, bentuk edukasi lain yang diberikan dalam pengmas ini juga berfokus pada peningkatan penerimaan diri, keyakinan diri, harga diri, dan motivasi pada ODHA. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu ODHA agar lebih percaya diri dalam menjalani hidup dan lebih patuh terhadap pengobatan, sehingga mereka dapat hidup lebih sehat, produktif, dan sejahtera.

Penerimaan diri, keyakinan diri, dan harga diri pada ODHA

Kegiatan yang dipandu oleh Jayanti Dian Eka Sari, S.KM., M.Kes. memberikan pendampingan secara intens dengan peserta. Peserta diminta untuk merefleksikan kekurangan serta kelebihan diri dalam secarik kertas. Lalu, peserta juga diminta untuk menuliskan citra diri atau pandangan pribadi mengenai diri sendiri dan bagaimana cara meningkatkannya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana tingkat penerimaan diri peserta atas apa yang sudah dialami.

“Dari apa yang sudah kita tuangkan tentang diri kita dalam kertas tersebut, saya harap ibu-ibu sudah bisa menerima diri sendiri dan lebih percaya diri dalam menjalani hidup. Setiap orang mempunyai masalahnya masing-masing, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita bisa bangkit dari masalah tersebut. Hal ini akan berdampak pada kesehatan mental yang lebih baik.” jelas Bu Jayanti, salah satu dosen prodi Kesehatan Masyarakat FIKKIA.

Testimoni dan motivasi ODHIV

Tak hanya sekadar pemberian materi, kegiatan ini juga mengundang salah satu ODHIV yang sudah berhasil bangkit dari keterpurukan. Seorang surveilance yang bisa disebut Joko. Disesi diskusi interaktif, Joko menjelaskan bagaimana dulu ia bisa terjangkit HIV/AIDS. Dengan kondisinya yang saat itu terjadi, Joko tak ingin berlarut-larut dan meratapi. Ia merasa harus bangkit dari kondisinya kala itu, beliau mulai menjalani pengobatan secara patuh. 

Joko menceritakan kehidupan produktifnya pasca bangkit dari keterpurukan. Sumber: Tim Pengmas

Setelah berhasil bangkit ia merasa lebih bahagia, sehat serta terus mendekatkan diri kepada Tuhan karena menurut beliau HIV/AIDS bukanlah akhir dari segalanya. Saat ini Joko aktif sebagai creativepreneur dengan menjadi pelaku industri kreatif. Karyanya bisa kita lihat di Banyuwangi Ethno Carnival, serta penyelenggaraan festival di dalam dan luar kota Banyuwangi.

“Jadikan apa yang sedang dijalani saat ini merupakan bentuk semangat juang untuk terus berdaya dan berserah diri kepada Tuhan. Tidak perlu mempermasalahkan umur karena Tuhanlah yang mengatur itu semua.” tuturnya dengan penuh semangat

Melalui pengalaman hidup Joko dan refleksi diri yang dipandu oleh Jayanti, ODHA diajak untuk melihat bahwa HIV/AIDS bukanlah akhir dari segalanya. Dengan penerimaan diri yang kuat dan dukungan yang berkelanjutan, ODHA dapat kembali membangun kepercayaan diri dan menjalani kehidupan dengan semangat yang lebih besar. Program ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara aspek kesehatan fisik dan mental dalam menghadapi tantangan HIV/AIDS.

Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi pada upaya mencapai tujuan SDGs ke-3, yaitu memastikan kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua orang, tanpa memandang status kesehatan mereka. Melalui pendekatan yang holistik, tim pengmas, peserta pengmas, dan para mitra berkomitmen untuk terus memberdayakan ODHA agar dapat hidup lebih optimis dan mandiri, menginspirasi mereka untuk tetap berdaya meski di tengah keterbatasan.

Penulis: Gilang Avrilio Akbari

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *