FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Menyongsong Masa Depan Cerah Lulusan Kedokteran di Bidang Penunjang Medis

KABAR FIKKIA – Membahas profesi kesehatan, seorang lulusan kedokteran tidak hanya bekerja di bidang medis. Lebih dalam, seorang dokter dapat mengambil spesialisasi bidang penunjang medis. Peran penunjang medis tidak kalah penting dalam keputusan diagnosa pasien. Hal itu diungkapkan dr. Dina Utami, Sp.PA. di Webinar bertajuk SIGAP: Sinergi Ilmu untuk Generasi Adaptif dan Produktif. Webinar itu merupakan kolaborasi dosen FIKKIA, FISIP, dan FK Universitas Airlangga pada Jumat malam (20/06/2025).

Dokter spesialis Patologi Anatomi itu membahas mendalam mengenai prospek karier kedokteran yang memilih jalur bidang penunjang medis. Ia menegaskan bahwa lulusan kedokteran tidak hanya terbatas pada praktik klinis. Banyak peluang di bidang penunjang yang sangat penting dalam dunia medis.

Mengenal Spesialisasi Bidang Penunjang Medis

Jalur yang ia paparkan pertama kali adalah spesialisasi Patologi Anatomi. Pemeriksaan oleh seorang Sp.PA digunakan untuk mendiagnosis penyakit melalui pemeriksaan jaringan tubuh hasil operasi atau biopsi. Tugas ini sangat krusial untuk menentukan apakah jaringan tersebut normal, jinak, atau ganas seperti kanker. Prospek kerja di bidang ini sangat luas, mulai dari rumah sakit, laboratorium, riset, hingga dunia akademik sebagai dosen.

Selain itu, dr. Dina juga menguraikan jalur Patologi Klinik yang berfokus pada interpretasi hasil laboratorium klinik.

“Lulusan yang memilih jalur ini dapat bekerja di rumah sakit, laboratorium, industri farmasi, serta berkontribusi dalam riset dan pengajaran”. Ucap Dosen yang juga pengajar Prodi Kedokteran FIKKIA.

Selanjutnya ada spesialisasi Mikrobiologi Klinik yang bertugas mendiagnosis infeksi mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit. Bidang ini memiliki prospek kerja di rumah sakit, laboratorium, industri farmasi dan vaksin, serta dunia akademik.

Dr. Dina juga menyinggung jalur Radiologi yang berkaitan dengan analisis hasil imaging seperti X-ray, CT-Scan, MRI, dan USG. Profesi ini semakin berkembang dengan adanya telemedisin yang membuka peluang kerja baru. Selain jalur spesialis, terdapat pula jalur akademik yang sangat dibutuhkan di Indonesia, seperti program magister ilmu anatomi, histologi, biomedik, epidemiologi, dan kesehatan masyarakat.

Tidak hanya itu, dr. Dina juga mengajak para peserta untuk melihat peluang di bidang Parasitologi Klinik yang fokus pada penyakit tropis seperti malaria dan toxoplasma. Berbagai jalur lain seperti telemedisin, informatika medis, industri farmasi, dan bahkan menjadi edukator kesehatan melalui media sosial atau platform digital.

“tidak ada istilah dokter pengangguran. Sebaliknya, lulusan kedokteran harus bersemangat menyalurkan ilmu yang telah ditempuh selama enam tahun untuk mengedukasi masyarakat, terutama di daerah terpencil yang masih sangat membutuhkan tenaga medis berkualitas.” Tutupnya.

Webinar SIGAP menjadi bukti nyata komitmen Universitas Airlangga mendukung pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Penulis: Putri Ajeng Aprisa Simorangkir

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *