KABAR FIKKIA – Program NYUBRICK, pemberdayaan masyarakat Pulau Santen, Banyuwangi membentuk kader sedekah sampah dalam upaya pengelolaan sampah dan konservasi penyu pada Sabtu, 28/9/2024.
Program sedekah sampah bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengurangi volume sampah. Melalui program ini, masyarakat diajak untuk berperan aktif dalam memilah dan mendaur ulang sampah, serta menggunakannya sebagai sarana sedekah yang dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi.
Baca juga: Grand Opening Eduwisata Ecobrick dan Konservasi Penyu Pantai Pulau Santen – FIKKIA
Dalam hasil diskusi pembentukan kader, program sedekah sampah di Pulau Santen akan dijalankan oleh kelompok ibu-ibu masyarakat setempat. Program ini akan dikoordinasikan oleh seorang koordinator yang bertugas menggerakkan anggota dan mensosialisasikan kegiatan. Bendahara bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan secara transparan, sementara sekretaris mengurus pencatatan administrasi. Selain itu, dua penanggung jawab lapangan memastikan proses pemilahan sampah dan pengumpulan ke pengepul berjalan lancar.
Teknis dan Alur Sedekah Sampah
Proses sedekah sampah dimulai dengan pengumpulan sampah oleh masyarakat, kemudian dikoordinasikan dengan pengepul. Bu Diana, selaku koordinator, berhubungan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau pengepul untuk menjadwalkan pengambilan sampah. Sampah yang terkumpul ditukar dengan dana yang dikelola untuk kepentingan bersama masyarakat. Sistem ini juga mencakup pembuatan buku tabungan yang mencatat hasil dari sampah yang disumbangkan.
Pembentukan Kader dan Diskusi Relokasi Penyu
Pembentukan kader diikuti dengan diskusi mengenai relokasi penyu, bekerja sama dengan Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF). Diskusi ini membahas penggunaan Intan Box dan Sari Box sebagai inkubator untuk telur penyu, yang dirancang mampu menampung hingga 1.000 telur dengan dukungan listrik.

Pengelolaan inkubator diatur untuk menjaga suhu dan kelembapan yang optimal, terutama selama musim penyu bertelur (April dan Agustus). Penggunaan inkubator tidak hanya membantu meningkatkan peluang penetasan telur, tetapi juga berdampak positif secara ekonomi melalui penjualan tiket wisata dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Langkah Relokasi dan Konservasi Penyu
Program relokasi penyu berfokus pada penyelamatan telur dan penyu dewasa. Telur yang dikumpulkan selama musim bertelur diberi tanda sesuai identitas pengumpul, dan penyu yang terluka dapat memperoleh pengobatan dari dokter hewan FIKKIA UNAIR. Kolaborasi dalam kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan upaya konservasi serta mendukung pariwisata Pulau Santen sebagai destinasi ekowisata yang berkelanjutan.
Melalui NYUBRICK, masyarakat Pulau Santen terus didorong untuk peduli terhadap lingkungan dan konservasi satwa. Menciptakan perubahan positif dalam pengelolaan sampah serta pelestarian penyu di wilayah tersebut.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-14 Life Below Water, ke-15 Life on Land ke-17 Partnership for the Goal
Penulis: Bintang Muslimah
Editor: Avicena C. Nisa
