BERITA SIKIA – Universitas Airlangga melalui Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan dan Hak Kekayaan Intelektual (LIPJPHKI) mendukung perkembangan riset dan publikasi Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA). Dukungan tersebut diwujudkan dengan adanya sosialisai dan pendampingan sinkronisasi SINTA kepada dosen SIKIA yang diselenggarakan pada Senin (03/07/2023). Sosialisasi tersebut diikuti oleh dosen dari Program Studi Akuakultur, Kesehatan Masyarakat, dan Kedokteran Hewan di Ruang A.201
Sosialisasi dan pendampingan bertujuan untuk mengoptimalkan riset dan sumberdaya yang ada di SIKIA. Peningkatan Unair ke peringkat 345 dunia saat ini berdampak pada tuntutan inovasi dan publikasi yang dihasilkan. Fokus hilirisasi publikasi dan HKI yang terdiri dari paten, hak cipta, merk juga dilakukan. Hilirisasi bertujuan agar hasil penemuan yang telah diteliti dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas
Kehadiran Prof. H. Hery Purnobasuki, M.Si., Ph.D. sebagai Ketua LIPJPHKI sekaligus dosen peneliti senior Fakultas Sains dan Teknologi Unair sebagai narasumber dapat memotifasi rekan pendidik di SIKIA untuk meningkatkan riset ilmiahnya. Prof. Heri menyampaikan pentingnya hilirisasi dan riset berkelanjutan. Maka disinilah peran LIPJPHKI mendampingi dan mengawal jalannya riset hingga manfaatnya sampai ke masyarakat.
“Penelitian dilakukan agar menghasilkan inovasi dan perubahan. Tidak sampai disitu saja, tapi bagaimana agar inovasi dan temuan kita diterima dan manfaatnya dirasakan masyarakat luas.” Begitu tutur Prof Hery
Layanan Inovasi-HKI, pengembangan jurnal, dan penerbitan
LIPJPHKI memfasilitasi ruang konsultasi dan pendampingan untuk membantu peneliti Universitas Airlangga yang ada di SIKIA maupun di fakultas lain. Dosen dan peneliti SIKIA dapat mengkonsultasikan inovasi dan karya apapun yang berpotensi diajukan HAKI-nya. Proses pengajuan HKI berupa paten, hak cipta, dan merk ke Dirjen Kekayaan Intelektual KEMENKUMHAM RI membutuhkan waktu dan peninjauan sesuai kebutuhan peneliti. Termasuk didalamnya biaya pendaftaran HKI dan perawatannya.

Pengembangan jurnal prodi penting dilakukan, agar branding nama SIKIA makin dikenal publik. Prof. Heri menekankan agar tidak berkecil hati karena SIKIA masih baru di Universitas Airlangga. Justru dengan nama yang baru, dosen dan peneliti SIKIA dapat menentukan arah dan kebijakan karakteristik riset. Gotong – royong dosen dan peneliti lebih ditingkatkan untuk menguatkan nama afiliasi SIKIA.
Memanfaatkan sumberdaya dan tools yang sudah dilanggan
Peneliti dapat mengoptimalkan sumberdaya penelitian. Sumberdaya tersebut berupa bahan publikasi, sumber daya manusia, dan tim penunjang. Hasil penelitian yang telah di lakukan dapat menjadi peluang ide dan temuan baru di penelitian selanjutnya. Begitupun dengan publikasi mitra. Kerjasama penelitian yang dilakukan dengan mitra baik pemerintah maupun swasta menjadi modal riset inovasi yang berkelanjutan.
Universitas Airlangga telah melanggan alat penunjang publikasi ilmiah. Turnitin, Mendeley, Scival, ScienceDirect, Enago, serta tools lain yang dimanfaatkan oleh peneliti. Semuanya dapat dimanfaatkan menggunakan akun cyber yang telah dimiliki peneliti. Kegiatan diakhiri dengan pendampingan sinkronisasi akun Unair Scholar dan Sinta milik dosen SIKIA.
Penulis: Choirun Nisa Avicena
Editor: Jasmine Indah
