BERITA SIKIA – Minggu (15/09/2023), Hari kedua kegiatan INTEGRATION HIMAKUA , 10 mahasiswa Malaya University dan UCSI University Malaysia mengikuti kegiatan transplantasi terumbu karang di Wisata Alam Bangsring Underwater, Wongsorejo, Banyuwangi. Kawasan wisata ini dibentuk pada tahun 2014 dengan tujuan meningkatkan perekonomian warga sekitar. Wisata ini merupakan kawasan ekowisata bahari berbasis edukasi dan konservasi. Wisatawan yang datang ke Bangsring tidak hanya mendapatkan kesenangan dari alam, tapi juga pengetahuan konservasi terumbu karang dan klinik hiu. INTEGRATION HIMAKUA mendukung SDGs poin 14 Life Bellow Water. Pesarta terlibat langsung bagaimana cara penanaman terumbu karang. Keberadaan terumbu karang menunjang kehidupan biota laut. Ikan-ikan perairan dangkal menjadikan terumbu karang sebagai tempat berkembang biak dan mencari makan. Oleh karena itu menjaga keberadaan terumbu karang dan mengupayakan ekosistem perairan laut yang sehat penting dilakukan untuk kelangsungan hidup organisme bawah air.
Kelompok Nelayan Samudra Bhakti dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bangsring memandu dan menjelaskan tentang berbagai hal tentang biota laut yang berada di sekitar Bangsring Underwater. Mereka juga dijelaskan bagaimana langkah-langkah dalam melakukan transplantasi terumbu karang buatan.
Transplantasi terumbu karang dilakukan pagi hari, sebelum terik matahari muncul. Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu pertumbuhan awal bakal calon terumbu karang. Pak Lili menjelaskan, jenis terumbu karang yang dibudidayakan berasal dari jenis Acropora acuminate. Terumbu karang jenis acropora berwarna biru muda atau cokelat, memiliki koloni bercabang dengan ujung lancip, dan memiliki dua ukuran koralit. Ukuran terumbu karang yang digunakan dalam proses transplantasi memiliki panjang 3 – 5 cm.
Media transplantasi yang digunakan berbentuk kotak dengan ukuran satu meter persegi. Setiap media transplantasi memiliki 12 potongan pipa kecil yang berguna untuk mengikat terumbu karang. Peletakan media di area konservasi memiliki jarak 50 cm antar media dengan kedalaman laut 3-5 meter. Seluruh media transplantasi akan diletakan di zona inti yang memiliki luas 500 meter persegi.
Pak Lili menambahkan terumbu karang hasil konservasi dapat dinikmati keindahannya setelah dua tahun ditanam. Ada beberapa faktor yang dapat mempercepat proses pertumbuhan karang. Permukaan laut yang memiliki suhu rata-rata tahunan 23-25 C, merupakan suhu ideal terumbu karang dapat tumbuh dan berkembang. Faktor kecerahan, cahaya, dan salinitas akan sangat mempengaruhi pertumbuhan terumbu karang. Oleh karena itu, mencegah laut dari pencemaran dan polusi harus dilakukan agar terumbu karang dapat tumbuh optimal.
”Kalau kondisi perairan bagus, dalam waktu enam bulan sudah bisa dilihat pertumbuhannya,” imbuhnya.
Pasca peletakan media transplantasi terumbu karang, peserta INTEGRATION HIMAKUA melanjutkan snorkeling di sekitar rumah apung. Mereka berenang bersama ikan dan melihat terumbu karang yang sudah tumbuh. Agenda berlanjut dengan mengunjungi pulau Tabuhan yang berjarak 25 km dari bangsring underwater dan menempuh jarak kurang lebih 45 menit. Di sekitaran pulau Tabuhan juga banyak spot snorkeling yang bisa dinikmati oleh peserta.
Penulis: Lukmandf
Editor: Tasya Ramadhan
