KABAR FIKKIA – Siapa bilang membudidayakan udang vannamei harus memerlukan tambak luas dan biaya besar? Sekelompok mahasiswa Program Studi Akuakultur dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil membuktikan bahwa kolam beton berukuran sedang pun bisa menjadi solusi alternatif yang menjanjikan. Panen udang di kolam pendidikan berlangsung pada Jumat, (03/05/2025) mendapat perhatian dari Dekan FIKKIA Prof Dr Soetojo dr SpU (K). Guru besar urologi tersebut turun langsung ikut memanen bersama mahasiswa.
“Ini panen udang kedua kalinya di FIKKIA. Praktik budidaya yang dilakukan mahasiswa membalik asumsi umum tentang budidaya udang yang butuh tambah luas dan modal besar,” Ungkap Prof Tojo dengan bangga.
Kombinasi Bioflok dan RAS
Bermodalkan kolam berkapasitas 3.000 liter, para mahasiswa semester enam ini mengembangkan teknik budidaya udang secara intensif. Hasilnya tidak main-main, 21,7 kilogram udang vannamei segar berhasil dipanen setelah masa pemeliharaan selama tiga bulan (90 hari). Proses budidaya udang kolam bukan sekadar eksperimen biasa. Mereka memanfaatkan sistem bioflok, teknologi ramah lingkungan yang awalnya populer di kalangan pembudidaya ikan. Metode ini meminimalkan penggunaan air dan pakan dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk menjaga kualitas air dan nutrisi. Sebelum masa panen, air kolam dikurangi hingga hanya setinggi betis, demi memudahkan proses pengambilan hasil.

Arif Habib Fasya, S.Pi., M.P., selaku dosen pembimbing, mengungkapkan bahwa inovasi ini sangat cocok diterapkan oleh masyarakat pesisir yang memiliki akses terhadap air laut namun terbatas lahan. Ia juga mengenalkan penggunaan Recirculating Aquaculture System (RAS). Teknologi yang memungkinkan air kolam digunakan secara berulang dengan sistem penyaringan dan pengayaan oksigen untuk menjaga stabilitas ekosistem kolam.
Udang vannamei sendiri merupakan primadona ekspor di sektor perikanan. Nilai jualnya tinggi, namun proses budidayanya penuh tantangan. Kualitas benur, manajemen air, pemberian pakan, serta pengendalian penyakit merupakan elemen krusial yang menentukan keberhasilan.

Dengan praktek langsung, terbuka peluang baru bagi mahasiswa lulusan akuakultur untuk meraih keuntungan dari komoditas unggulan ini tanpa harus mengeluarkan investasi besar. Budidaya udang di kolam beton bukan lagi sekadar wacana, tapi sudah menjadi solusi nyata yang terbukti berhasil.
Dokumentasi kegiatan klik di sini
Penulis: Anakku Karunia Pertama Henri Hariyanto
Editor: Avicena C. Nisa
