KABAR FIKKIA – 22 Mahasiswa Kedokteran Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi ikut berpartisipasi sebagai relawan dalam Gelar Pelayanan Kesehatan Mata. Penyelenggara bakti sosial adalah John Fawcett Foundation (JFF) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan berlangsung Senin (26/5/2025) hingga Rabu (28/5/2025) bertempat di PMI Banyuwangi. Hadir berbagai kegiatan mulai dari pemeriksaan kesehatan mata, pemeriksaan refraksi, pemasangan bola mata palsu, hingga operasi katarak. Tercatat terdapat total 700 masyarakat yang mendapatkan pelayanan.

Bantu Kelancaran Layanan Bakti Sosial
Antusiasme mahasiswa terlihat jelas dalam mengikuti pelayanan bakti sosial walaupun hanya terlibat dalam kegiatan pada tanggal 27 Mei 2025. Pada hari tersebut terdapat 150 masyarakat yang mendapatkan layanan. Mahasiswa Kedokteran FIKKIA UNAIR terlibat aktif pada berbagai layanan yang disediakan dan membantu kelancaran kegiatan. Seperti melakukan registrasi dan pemanggilan pasien, mengarahkan alur pasien, dan membantu pemeriksaan kesehatan awal. Mereka juga membantu persiapan pre-operasi katarak, mendampingi pasien di ruang anestesi dan ruang operasi, hingga proses konsultasi pasien pasca operasi

Keterlibatan Program Studi Kedokteran FIKKIA UNAIR sejalan dengan pemberantasan kebutaan akibat katarak di masyarakat. Terutama dalam menghidupkan mitra utama penyelenggaraan yaitu John Fawcett Foundation (JFF) dengan slogan “Giving the Gift of Sight.” Manfaat yang dapat dirasakan masyarakat adalah mendapatkan pelayanan kesehatan mata secara gratis, termasuk pemeriksaan dan operasi katarak. Masyarakat akan menerima dampak secara langsung untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pengembalian fungsi penglihatan yang jelas. Karena mata merupakan salah satu organ vital yang berfungsi untuk melihat. Katarak menjadi salah satu kasus yang menyebabkan penurunan penglihatan. Akibatnya pasien akan terganggu dalam beraktivitas dalam memenuhi kebutuhan harian.
Bagi mahasiswa, kegiatan bakti sosial menjadi sarana untuk melatih empati, keterampilan komunikasi dengan klien, dan pemahaman tentang pelayanan medis di lapangan. Kegiatan juga menjadi media observasi langsung mengenai penanganan dan perlakuan terhadap pasien. Dari pelayanan yang diberikan kepada masyarakat akan memberikan pengalaman untuk bekal menjadi dokter masa depan.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well-Being dan ke-17 Partnerships for the Goals.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
