KABAR FIKKIA – Pada Jumat (22/11/2024), Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menjadi tuan rumah Pengabdian Masyarakat Nasional (Pengmasnas). Ini merupakan kedua kalinya PENGMASNAS IMAKAHI di Kampus UNAIR Banyuwangi. Pengmasnas mengambil tema ngabdi ing madya: harmonisasi mahasiswa untuk ternak lokal. Kali ini, mereka sekali lagi membuktikan komitmen mereka dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang kedokteran hewan.
Kegiatan Pengmasnas tahun ini kembali diadakan di Banyuwangi, dengan fokus pada ternak besar. Acara ini diikuti oleh 90 mahasiswa kedokteran hewan dari berbagai universitas di Indonesia dan Pembukaan acara ini dilakukan di Aula Kampus Mojopanggung FIKKIA UNAIR. Kolaborasi antara FKH Surabaya dan KH Banyuwangi memastikan bahwa acara ini akan berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ketua PB IMAKAHI Arifin Ihsan menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi kerja keras panitia dalam mempersiapkan acara ini. “Saya berterima kasih atas kerja keras panitia. Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar sampai akhir. Sebagai mahasiswa, sering kali kita tak sadar dengan potensi yang kita miliki. Melalui acara ini, saya berharap kita bisa melihat betapa besar kontribusi yang bisa kita berikan kepada masyarakat terkhususnya dibidang veteriner,” tuturnya dengan penuh inspirasi.
Kontribusi Nyata Mahasiswa pada Masyarakat
Pengmasnas di Banyuwangi kali ini diakui sebagai kontribusi nyata mahasiswa kedokteran hewan untuk terjun langsung membantu masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peserta, tetapi juga memperkuat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat sekitar. Harapannya, para mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat dan memberikan dampak positif yang nyata terkhususnya dibidang ternak besar.
Drh. Nanang Sugiharto selaku Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, menyampaikan sambutan hangatnya kepada para peserta. “Selamat datang di Banyuwangi. Dulu saat saya mahasiswa, hanya ada 5 universitas yang memiliki fakultas kedokteran hewan, kini sudah menjadi 11 universitas. Potensikan kedokteran hewan menjadi dokter yang inovatif dan kreatif. Jadikanlah pengabdian masyarakat ini luar biasa. Manfaatkanlah kesempatan ini, ilmu itu sangat penting, termasuk bagaimana cara berkomunikasi dengan baik,” katanya dengan penuh inspirasi.
Pesan dari Pembina HMKH FIKKIA
Dokter Amung Logam pembina HMKH FIKKIA UNAIR, juga menekankan pentingnya momen ini. “Kita bisa menciptakan momen yang tidak bisa dilupakan. Tri darma perguruan tinggi harus dilakukan dengan serius, dan ini adalah momentum yang harus dimanfaatkan. Pengmas adalah untuk belajar dan berkontribusi di bidang ternak. Mekanisme cara kita berkomunikasi bukan hanya tentang injeksi saja,” jelasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, FIKKIA UNAIR telah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai pelopor dalam pengabdian masyarakat yang bermanfaat bagi semua. Mari kita bersama-sama mendukung dan menyaksikan karya-karya luar biasa dari para mahasiswa ini dalam membangun negeri. Pengmasnas 2024 menjadi bukti nyata bahwa dengan komitmen dan dedikasi, kita bisa menciptakan perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Penulis: Amalia Sofi Ramadanti
Editor: Avicena C. Nisa
