FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Pendampingan Percepatan 3 Jurnal FIKKIA Terindeks ESCI Web of Science

KABAR FIKKIA – Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan, dan Hak Kekayaan Intelektual (LIPJPHKI) melaksanakan kegiatan workshop pendampingan kepada 124 lembaga jurnal di Fakultas dan badan di seluruh  Universitas Airlangga (UNAIR). Pendampingan bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas manajemen jurnal menuju indeks bereputasi. Adapun kegiatan diselenggarakan dua hari (26-27/08/2024) di Gedung ASEEC lantai 5 Kampus B, bersama tiap tim editorial jurnal.

Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) mengirim perwakilan jurnalnya untuk turut serta dalam pendampingan tersebut.  Jurnal Medik Veteriner (JMV), Journal of Aquaculture Science (JoAS), dan Journal of Public Health Research and Community Health Development (JPH RECODE) turut hadir dalam pendampingan tersebut. Tahun 2024 menjadi tahun penting bagi ketiga jurnal karena mendapat target terindeks di Web of Science.

Dju-Lyn Chng menjelaskan kriteria jurnal yang terindeks di Web of Science.
Sumber: LIPJPHKI

Web of Science (WoS) merupakan lembaga pengindeks jurnal bereputasi yang dikelola oleh Clarivate. Emerging Sources Citation Index (ESCI) menjadi langkah awal penerbit jurnal ilmiah sebelum artikel sepenuhnya terindeks di WoS. Tak hanya JMV, JoAS, dan JPH RECODE, jurnal lain pun turut mendapat target pengindeksan di skala nasional maupun internasional. Lembaga pengindeks bereputasi tingkat nasional ada SINTA dan OJS, sedangkan internasional terdapat DOAJ, ESCI, dan SCOPUS.

Selama dua hari, peserta dibekali materi materi yang berkaitan dengan standar pengindeksan tiap lembaga. Tak tanggung-tanggung, LIPJPHKI mengundang narasumber interaktif diantaranya:

  1. M. Faiz Syuaib – DRTPM Ditjen Diktiristek, Kemendikbudristek (SINTA)
  2. Dju-Lyn Chng – Clarivate (WEB of Science)
  3. Dr. Johan Jang – Elsevier (Scopus)
  4. Dr. Abdul Qodir Jaelani – Managing Editor Jurnal Bestur (Scopus Q1)
  5. Prof. Dr. Ir. I Komang Gede Wiryawan – Editor in Chief Tropical Animal Science Journal (Scopus Q2)

Strategi peningkatan indeksasi jurnal

Materi dan pengalaman yang dipaparkan narasumber memberi pemahaman mendalam bagaimana pengelolaan jurnal kedepannya. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk bertukar ide, strategi, dan semangat sesama pengelola. Ini dikarenakan setiap lembaga pengindeks bereputasi memiliki tata kelola dan standar keunikan yang berbeda. JMV misalnya, meskipun telah terindeks scopus Q3 selama kurang lebih setahun, harus tetap meningkatkan kualitas dan sitasi artikel yang termuat disana. Terlebih lagi ESCI menekankan kualitas, keunikan (novelty) dan konsistensi jurnal agar dapat terindeks penuh di Web of Science.

Diskusi interaktif dengan Prof Komang mengenai strategi pengindeksan
Sumber: LIPJPHKI

Dju-Lyn Chng consultant expert Clarivate menjelaskan, alasan sedikit  jurnal Indonesia yang terindeks di WoS adalah karena bidang keilmuan yang diterbitkan sangat beragam. Meskipun yang mendaftar atau submit banyak, namun yang diterima terbatas.

Momen workshop dimanfaatkan para pengelola jurnal untuk berkaca sekaligus membuat catatan perbaikan signifikan yang harus dilakukan. Pengelola jurnal kemudian membuat self assessment yang dilanjutkan submit sesuai target jurnal keesokan harinya.

Terindeksnya artikel jurnal-jurnal berkualitas di lingkungan UNAIR diharapkan dapat memperluas kontribusi berkelanjutan terhadap perkembangan pengetahuan kepada masyarakat internasional.

Penulis: Avicena C. Nisa

Editor: Tasya Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *