KABAR FIKKIA – Pertemuan Universitas Malaysia Terengganu (UMT) dan FIKKIA UNAIR dalam agenda Pengabdian Masyarakat Internasional (Pengmas) terlaksana pada Sabtu (22/11/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kerja sama dua negara yang bertujuan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus memperkuat hubungan akademik antar kampus. Lokasi pengmas dipusatkan di MI Sunan Giri, Desa Tamansari. Sebuah desa yang memiliki potensi besar dalam bidang pendidikan dan pengembangan produk lokal. Sasaran kegiatan terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 60 anak MI pada sesi pagi dan 45 peserta dari kalangan remaja SMP, ibu-ibu PKK, serta pemuda Karang Taruna pada sesi siang.
Kolaborasi Mahasiswa UMT dan UNAIR
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara mahasiswa UMT dengan mahasiswa UNAIR, khususnya dari UKM Konservasi dan Pecinta Alam FIKKIA. Kolaborasi lintas negara ini tidak hanya memperkaya pengalaman mahasiswa, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang penuh semangat dan kebersamaan.
Mahasiswa dari kedua universitas berperan aktif sebagai fasilitator, mentor, sekaligus sahabat bagi masyarakat Desa Tamansari. Kehadiran mereka membawa nuansa baru dalam proses pembelajaran, di mana ilmu pengetahuan dikemas secara sederhana, interaktif, dan menyenangkan.
Edukasi Kesehatan bagi siswa MI
Pada sesi pagi, kegiatan difokuskan pada edukasi kesehatan dasar bagi anak-anak MI Sunan Kalijaga. Kelas dibagi menjadi tiga kelompok dengan materi yang berbeda, yaitu: Cara menyikat gigi dengan benar, cara mencuci tangan sesuai prosedur, belajar membedakan makanan sehat dan tidak sehat.

Metode pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan presentasi. Anak-anak diajak untuk berani berbicara dengan jelas, sopan, dan penuh percaya diri. Selain itu, kerja kelompok membantu mereka belajar menghargai perbedaan budaya dan pendapat.
“Kerja kelompok dan diskusi membantu anak menghargai perbedaan budaya dan berani berbicara dengan sopan.” Ujar Muhammad Syafiq Bin Shuhaimi, mahasiswa UMT
Pemberdayaan Masyarakat melalui Digital Marketing
Sesi siang ditujukan bagi remaja SMP, ibu-ibu PKK, dan pemuda Karang Taruna. Fokus kegiatan adalah pelatihan digital marketing untuk mendukung pengembangan produk lokal agar mampu bersaing dengan produk lain di pasaran.
Materi yang diberikan meliputi: strategi promosi melalui media sosial, pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar, teknik kreatif dalam pemasaran produk desa

Peserta diajak memahami pentingnya branding dan konsistensi dalam promosi. Dengan bekal ini, diharapkan produk lokal Desa Tamansari dapat lebih dikenal luas dan memiliki daya saing tinggi.
Baca juga: Pembukaan Program International Mobility Student di Banyuwangi: Kolaborasi UNAIR dan UMT
Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini memberikan dua manfaat utama. Pertama, anak-anak memperoleh pengetahuan dasar tentang kesehatan yang akan membentuk kebiasaan baik sejak dini. Kedua, masyarakat desa mendapatkan wawasan baru tentang pemasaran digital yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan adanya kegiatan ini, Desa Tamansari diharapkan semakin mandiri, produktif, dan mampu mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Kolaborasi UMT dan UNAIR menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama internasional dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antar generasi muda dari dua negara.
Penulis: Amalia Sofi Ramadanti
Editor: Avicena C. Nisa
