KABAR FIKKIA – Program Studi Akuakultur Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga Banyuwangi telah mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat pada hari Rabu (13/11/2024). Kegiatan ini dilakukan di SMK Ihya Ulumudin, Singojuruh dengan tema Identifikasi Bakteri pada Ikan Menggunakan Metode Mikroskopis. Kegiatan dihadiri oleh 80 siswa kelas 10, 11, dan 12 jurusan Agribisnis Perikanan Air Tawar. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang identifikasi bakteri pada ikan dengan metode mikroskopis.
Maria Agustina Pardede S.Pi., M.Si. telah menjelaskan mengenai identifikasi bakteri. Pada kegiatan budidaya, bakteri merupakan faktor penting pada manajemen kesehatan ikan. Identifikasi bakteri dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan pewarnaan gram. Setelah dilakukan kegiatan ini diharapkan para siswa SMK Ihya Ulumudin dapat memahami dan mampu melakukan identifikasi bakteri pada ikan secara mandiri. Identifikasi bakteri berkaitan dengan manajemen penyakit ikan.

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan sharing session mengenai pentingnya studi lanjut di perkuliahan. Sharing session bertujuan untuk membangkitkan semangat belajar bagi para siswa dan siswi SMK Ihya Ulumudin Singojuruh.
“Jauhkanlah rasa minder atau rasa malas dalam belajar. Gunakanlah kesempatan dan carilah peluang sebanyak mungkin, karena akan selalu ada jalan selama berusaha,” jelas Maria Agustina Pardede S.Pi., M.Si. yang juga alumni Akuakultur FIKKIA UNAIR
Belajar Identifikasi Bakteri
Identifikasi bakteri pada ikan dilakukan untuk memudahkan dalam penerapan manajemen kesehatan ikan. Pewarnaan gram merupakan tahapan awal dilakukannya identifikasi bakteri pada ikan. Hasil pewarnaan gram akan membedakan bakteri menjadi bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. Pewarnaan bakteri gram positif menghasilkan warna ungu dengan struktur dinding sel yang lebih tebal dibandingkan dengan gram negatif. Sedangkan gram negative memiliki hasil pewarnaan merah.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pewarnaan gram. Maria dibantu rekan asisten praktikumnya Elysa Dwi Silvana dan Herda Zahra Apriliani terlebih dahulu mencontohkan kepada siswa. Mereka terlebih dahulu mengambil isolat bakteri dan meletakkannya pada objek glass yang sudah diberi akuades. Siswa SMK Ihya Ulumuddin dengan antusias penuh rasa penasaran melakukan praktik yang dilakukan secara berkelompok. Proses pewarnaan, pengeringan, sampai pengamatan dengan mikroskop dilakukan secara mandiri dengan pendampingan dosen dan guru.
“Kami tim Apat menjadi sangat terbantu dari segi materi, praktik, dan motivasi belajar. Anak-anak menjadi lebih punya pandangan nantinya seperti apa di dunia kerja, dan tentunya lebih semangat ingin mengejar pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” ungkap guru agribisnis Nurita kepada kontributor FIKKIA NEWS.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke 14 – Life Below Water dan ke-4 Quality Education.
Penulis: Elysa Dwi Silvana
Editor: Avicena C. Nisa
