FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Pengaruh Layanan Buy Now Pay Later Pada Financial Behavior Mahasiswa

Sistem jual beli online di Indonesia berkembang dengan sangat signifikan beberapa tahun terakhir. Perkembangan sistem jual beli online ini diimbangi dengan munculnya berbagai sistem pembayaran yang memudahkan pengguna. Dilansir dari website resminya, Bank Indonesia menyatakan bahwa perkembangan financial technology di Indonesia berimbas pada pergeseran tingkah laku kehidupannya masyarakat dari pembayaran tunai ke sistem non tunai (Bank Indonesia, 2021). Inovasi pengembangan sistem pembayaran digital semakin beragam seiring dengan banyaknya platform belanja online dan peningkatan jumlah pengguna belanja online.

Salah satu bentuk dari pengembangan sistem pembayaran digital atau financial technology yakni sistem BNPL (Buy Now Pay Later). Sistem BNPL akan memudahkan pengguna dalam transaksi jual beli online dengan metode pembayarannya berbasis cicilan online. BNPL dapat digunakan untuk berbagai transaksi seperti belanja kebutuhan pribadi, pemesanan tiket penerbangan, dan penginapan secara online (Yasin & Marsiska, 2023). Hingga saat ini, di Indonesia telah banyak e-commerce yang mengadopsi sistem pembayaran BNPL seperti Shopee, Gojek/Gopay, Tokopedia, dan lain sebagainya.

Kemudahan persetujuan buy now pay later bagi mahasiswa. Sumber ilustrasi: www.tpcu-blog.com

Terlihat sangat memudahkan proses jual beli online, perkembangan sistem BNPL akan beriringan dengan meningkatnya jumlah pengguna BNPL. Di Indonesia, pengguna BNPL terbanyak berada pada generasi milenial dan generasi Z. Selaras dengan survey Katadata Insight Center dan Zigi (2022), dari 5.204 responden generasi milenial dan generasi Z, terdapat 13,8% responden merupakan pengguna BNPL.

Angka tersebut dapat dikatakan tinggi apabila dibandingkan dengan penggunaan metode pembayaran lainnya. Sehingga dapat diartikan bahwa generasi milenial dan generasi Z cenderung memilih BNPL sebagai metode transaksi.

Lalu apakah sistem pembayaran BNPL akan mempengaruhi financial behavior mahasiswa?

Mahasiswa yang merupakan generasi milenial dan generasi Z menjalani kehidupan sehari-harinya dengan bantuan kemajuan teknologi. Penggunaan kemajuan teknologi akan mendorong peningkatan penggunaan Buy Now Pay Later dikalangan mahasiswa. Penggunaan sistem pembayaran BNPL juga tentu dapat mempengaruhi financial behavior mahasiswa yang didorong oleh beberapa faktor berikut:

  1. Pembelian Impulsif.
    • Mahasiswa merupakan usia dengan tingkat perilaku impulsif yang tinggi. Perilaku impulsif merupakan perilaku pembelian dengan tingkat keinginan yang tinggi, tidak terduga, dan tidak terencana. Mahasiswa memiliki potensi pembelian impulsif yang tinggi disebabkan dari adanya faktor lingkungan dan kurangnya kontrol diri. Sehingga, seringkali BNPL menjadi ‘jalan pintas’ bagi mahasiswa untuk memenuhi perilaku impulsifnya.
  2. Persepsi Manfaat
    • Stigma mahasiswa atas manfaat BNPL yang memudahkan transaksi jual beli online dapat menjadi pendorong ketertarikan terhadap BNPL. Seringkali mahasiswa hanya berfokus pada manfaatnya BNPL tanpa mempertimbangkan risiko dan kemampuannya dalam membayar cicilan BNPL.
  3. Persepsi Kemudahan
    • Sistem pembayaran BNPL yang sederhana dan mudah, dapat membuat pengguna untuk tidak berpikir panjang. Mahasiswa dengan tingkat perilaku impulsif yang tinggi seringkali ‘terhipnotis’ dengan kemudahan yang disuguhkan oleh BNPL. Sehingga, mahasiswa kurang dapat mengontrol diri dalam manajemen keuangan dan kebutuhan dirinya.
  4. Persepsi Keamanan
    • BNPL beroperasi dengan tidak adanya batasan usia dan status pekerjaan untuk memperoleh fasilitas kredit online. Selain itu, BNPL juga tidak menerapkan uang muka atau jaminan atas kredit online yang ditawarkan. Hal ini dapat mendorong mahasiswa untuk tertarik menggunakan BNPL. Mahasiswa akan merasa aman ketika menggunakan BNPL karena tidak ada batasan dan persyaratan kompleks untuk mendapatkan kredit online.
  5. Persepsi Ketertarikan
    • Pembayaran BNPL memberikan pengalaman baru yang memudahkan mahasiswa dalam memperoleh barang yang diinginkan. Sehingga, mahasiswa dapat tertarik dan ‘ketergantungan’ untuk secara terus menerus menggunakan sistem pembayaran Buy Now Pay Later.

Lantas apakah mahasiswa sudah layak memperoleh fasilitas pembayaran Buy Now Pay Later?

Dibalik seluruh kemudahan dan manfaat dari BNPL dalam fenomena belanja online, menurut saya sistem BNPL juga harus mengerucutkan target sasarannya. Saat ini, BNPL belum memiliki batasan kompleks untuk pengguna yang dapat memperoleh fasilitas kredit online. Proses pendaftaran BNPL sangat mudah dan lebih cepat dibandingkan proses pengajuan kartu kredit. Bagi mahasiswa yang belum memiliki penghasilan rutin, akan tetap memperoleh kredit online dari sistem BNPL. Keterbatasan pendapatan keuangan tersebut tidak menjadi penghalang untuk memperoleh fasilitas BNPL.

Kurangnya keterbatasan inilah yang menjadi kekhawatiran antara adanya layanan BNPL dengan peningkatan perilaku impulsif mahasiswa. Perilaku impulsif hakikatnya perlu dikurangi atau bahkan dihilangkan dalam kehidupan sehari-hari guna manajemen keuangan yang lebih baik. Adanya kemudahan dari sistem BNPL cenderung akan semakin meningkatkan perilaku impulsif bagi mahasiswa. Mahasiswa tidak seharusnya menjadikan utang online sebagai cara praktis dalam memenuhi gaya hidupnya. Mahasiswa harus lebih bijak dalam penggunaan fasilitas BNPL agar tidak terlilit utang online yang berakibat buruk pada studi perkuliahannya.

Baca juga: Perencanaan Keuangan Hindari Perilaku Belanja yang Kompulsif saat Ramadhan

Solusi efektif untuk mengatasi permasalahan penggunaan BNPL dalam kalangan mahasiswa yakni adanya kebijakan formal terkait batasan pengguna yang dapat memperoleh layanan BNPL. Batasan tersebut perlu diperhatikan oleh berbagai e-commerce di Indonesia yang mengadopsi sistem BNPL dalam proses bisnisnya.

Batasan yang diberikan bagi pengguna BNPL dapat terdiri dari batasan usia, status pekerjaan, kelayakan pendapatan, dan dokumen administrasi yang lebih formal. Sehingga, pemberlakuan kebijakan batasan tersebut dapat bermanfaat bagi pihak penjual dan pembeli.

Manfaat bagi pihak penjual/kreditor yakni dapat meningkatkan kualitas kredit online yang disediakan karena telah diperuntukkan bagi target pengguna yang benar-benar layak. Sehingga tidak ada lagi kredit online yang macet dari pengguna mahasiswa. Disisi lain, manfaat juga akan dirasakan oleh pihak pembeli/debitur.

Manfaat tersebut yakni secara tidak langsung akan dapat meningkatkan kualitas manajemen keuangan dari pengguna. Sebab, batasan pengguna layanan BNPL akan turut serta menekan perilaku impulsif bagi pengguna khususnya kalangan mahasiswa.

Author : Ahmad Danang Sagita

Editor: Acn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *