FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Pengaruh Probiotik dalam Sistem Akuakultur Resirkulasi (RAS) terhadap Konsentrasi Amonia, Nitrit, dan Nitrat pada Budidaya Ikan Lele

Budidaya ikan lele dapat dilakukan secara intensif dengan kepadatan tinggi, pemberian pakan buatan, dan pergantian air secara teratur. Budidaya ikan lele dapat dilakukan secara intensif dengan menggunakan media sebar padat yang tinggi yaitu mencapai 1500 ekor/m³. Peningkatan amonia rata-rata sebesar 0,022-0,030 mg/L dinilai baik untuk budidaya. Amonia berasal dari pemberian pakan buatan maupun pakan komersial. Budidaya ikan lele tidak terlepas dari sisa pakan dan hasil metabolisme ikan yang dapat meningkatkan amonia.

Budidaya Menggunakan Sistem RAS

Sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) merupakan sistem perairan tertutup yang mengolah kembali air bekas budidaya dengan menggunakan filter sehingga kualitas air menjadi lebih baik. Filter pada sistem RAS berfungsi untuk menyaring air agar lebih jernih dan menetralkan kandungan amonia melalui proses nitrifikasi. Penambahan Probiotik dengan kandungan bakteri Nitrosomonas sp dan Nitrobacter sp. pada sistem RAS dapat membantu mengoptimalkan kerja filter biologis dalam mendegradasi bahan organik sehingga dapat mendegradasi senyawa amonia di dalam perairan.

Penelitian ini membuktikan, pemberian probiotik berpengaruh positif terrhadap kadar amonia, nitrit, dan nitrat pada budidaya ikan lele (Clarias sp.) dengan sistem RAS

Metode Riset

Metode yang digunakan dalam riset yaitu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian menggunakan lima perlakuan dengan masing-masing terdapat empat kali ulangan yang terdiri dari: P0 (10 L air + 20 ekor ikan (kontrol), P1 (10 L air + 20 ekor ikan + probiotik 0,5 ml/liter), P2 (10 L air + 20 ekor ikan + probiotik 1 ml/liter), P3 (10 L air + 20 ekor ikan + probiotik 1,5 ml/liter) dan P4 (10 L air + 20 ekor ikan + probiotik 2 ml/liter). Variabel yang diamati meliputi, variabel bebas yaitu penambahan pakan komersial, ikan lele berukuran panjang 10,58 ± 0,65 cm dan berat 7,45 ± 1,68 h 400 ekor. Kandungan bakteri probiotik komersial Nitrosomonas sp. dan Nitrobacter sp. dengan kepadatan 1,0 x 108 CFU/mL sebanyak 1 L. Media filtrasi terdiri dari dakron, batu koral, dan bioball. Pakan yang digunakan adalah HI-PRO-VIT 781-1 dengan kadar protein 29,97%.

Persiapan Media Pemeliharaan dan Pembenihan

Prosedur Kerja diawali oleh penyiapan media pemeliharaan dan penebaran benih. Pengisian air dilakukan setelah bak pemeliharaan kering sebanyak 10 liter. Benih ikan lele kemudian dimasukkan ke dalam bak pemeliharaan dengan kepadatan 2 ekor/L. Pembuatan instalasi RAS dimulai dengan melubangi inlet dan outlet pada ember plastik, merangkai pipa PVC sehingga berbentuk seperti sistem resirkulasi. Filter yang digunakan adalah dakron, batu koral, dan bioball. ikan lele dipelihara selama 30 hari. Kemudian, dilakukan pengukuran sampling berat rata-rata dan biomassa awal ikan. Setiap benih setiap hari diberikan pakan sebanyak 5% dari berat total ikan. Pemberian pakan dilakukan dengan frekuensi tiga kali sehari, dan penambahan probiotik dilakukan seminggu sekali.

Penambahan Bakteri Nitrobakter di Perairan

Hasil riset menunjukkan bahwa perlakuan P2 didapatkan hasil konsentrasi amonia terbaik dari perlakuan lainnya dengan probiotik yang mengandung Nitrosomonas dan Nitrobacter sebesar 1 ml/L. Pemberian probiotik dengan dosis tersebut menunjukkan bahwa probiotik bekerja efektif menurunkan kandungan amonia dalam air budidaya. Konsentrasi nitrit paling baik terdapat pada perlakuan P2 dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan penambahan probiotik dengan kandungan Nitrosomonas sp dan Nitrobacter sp. Konsentrasi nitrat terbaik terdapat pada perlakuan P2 dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan pemberian dosis probiotik dengan kandungan Nitrosomonas sp. dan Nitrobacter sp. sebesar 1 ml/L.

Grafik pergerakan kadar nitrit. Sumber: IOP science

Optimalkan Proses Nitrifikasi

Kondisi tersebut dikarenakan proses nitrifikasi yang bekerja secara optimal. Proses nitrifikasi bekerja dengan baik ditunjukkan dengan hasil yang berkebalikan antara nitrit dan nitrat ketika konsentrasi nitrit yang rendah memakan konsentrasi nitrat yang tinggi. Nitrifikasi menyebabkan amonia dalam media pemeliharaan berkurang dan menyebabkan konsentrasi nitrit meningkat. Namun ketika bakteri nitrifikasi bekerja secara optimal, nitrit yang beroksigen tinggi akan segera diubah menjadi nitrat (nitrat) sehingga konsentrasi nitrat menjadi tinggi.

Grafik pergerakan kadar amonia. Sumber: IOP science

Kesimpulan pemberian bakteri probiotik Nitrosomonas sp. dan Nitrobacter sp. dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh terhadap konsentrasi amonia dengan produksi amonia terbaik pada P2 (dosis 1 ml/L). Pemberian bakteri probiotik Nitrosomonas sp. dan Nitrobacter sp. dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh terhadap konsentrasi amonia dengan produksi nitrit terbaik pada P2 (dosis 1 ml/L). Pemberian bakteri probiotik Nitrosomonas sp. dan Nitrobacter sp. dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh terhadap konsentrasi amonia dengan produksi nitrat terbaik pada P2 (dosis 1 ml/L).

Penulis: Aisyah Rizki Syailina

Baca Artikel lengkap di: Effect of Probiotics in Recirculating Aquaculture System (RAS) on the Concentration of Ammonia, Nitrite, and Nitrate in the Aquaculture of Catfish (Clarias sp.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *