FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Pengaturan Suhu Stabil Intan Box dapat Pengaruhi Jenis Kelamin Tukik

BERITA SIKIA – Kabar menggembirakan untuk dunia konservasi penyu. Jumat, 21 Oktober 2022, Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) dan Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) kembali melepasliarkan tukik atau anak penyu lekang (Lepidochelys olivacea) di pesisir pantai Pulau Santen.

Sebelum dilepaskan ke alam liar, tukik-tukik tersebut diberi perlakuan berbeda dengan yang sebelumnya. Tukik tersebut merupakan hasil penetasan Inkubator Instan atau Intan Box yang dikembangkan oleh Aditya Yudhana, drh., M.Si. dari Program Studi Kedokteran Hewan SIKIA.

Intan Box merupakan terobosan teknologi yang dapat mengendalikan kelembapan dan suhu udara agar tetap stabil selama masa inkubasi. Suhu inkubasi yang konstan dapat  menyesuaikan jenis kelamin tukik sesuai denga jumlah yang dibutuhkan. Mayoritas tukik jantan akan menetas pada suhu 27,4-29,5 derajat celcius.

Perbedaan tukik jantan dan betina dapat diketahui dari panjang ekornya. Tukik jantan memiliki ekor yang lebih panjang dari tukik betina

Sumber : Panitia

“Berdasarkan suhu tersebut mayoritas telur tukik di alam bebas yang menetas berjenis kelamin betina, di alam seekor induk penyu betina membutuhkan antara 4 sampai 6 penyu jantan untuk membuahi telut-telur yang ada didalam indung telur penyu betina” ujar Pembina BSTF, Wiyanto Haditanojo.

Kegiatan hari ini dihadiri oleh pimpinan SIKIA UNAIR, Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.BS. (K) selaku Wakil Direktur Akademik dan Dr Mufasirin, drh., M.Si selaku Wakil Direktur Non Akademik, Balai Pengolahan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur.

Pelepasan Tukik di pantai Pulau Santen

Hal yang membuat pelepasan sore itu istimewa karena sekitar 50 tukik yang dilepasliarkan merupakan hasil recording jenis kelamin pertama kali. Biasanya setelah menetas tukik langsung segera dilepasliarkan, namun kali tim drh. Adit melakukan recording data dengan sengaja memelihara tukik sampai diusia tertentu.

Baca Juga : Inovasi Intan Box SIKIA UNAIR dan BSTF Kembali Tetaskan 77 Anak Penyu

Recording sendiri meliputi pemeliharaan dan observasi kesehatan selama kurang lebih 2 – 4 bulan. Telur tukik yang berasal dari sarang alami direlokasi dari Pantai Sari dan Pantai Boom dengan rincian

  1. Tanggal 06 April 2022 asal telur dari Pantai Sari direlokasi ke INTAN BOX yang berada di laboratorium SIKIA UNAIR. Kemudian tanggal 09 Juni 22 menetas masa inkubasi 64 hari dengan setting temperatur 27,4 – 28,30 C. Tanggal 21 Oktober 22 dilepasliarkan usia pemeliharaan selama 134 hari sebanyak 9 ekor. Dari 9 ekor yang dilepasliarkan tersebut, 7 ekor berjenis kelamin jantan dan 2 ekor betina.
  2. Tanggal 15 Juni 2022 asal telur dari Pantai Boom direlokasi pada alat INTAN BOX yang berada di laboratorium SIKIA UNAIR. Tanggal 17 Agustus 22 menetas masa inkubasi 63 hari dengan setting temperatur 27,4 – 28,30 C. Tanggal 21 Oktober 22 dilepasliarkan usia pemeliharaan selama 65 hari sebanyak 9 ekor. Dari 9 ekor yang dilepasliarkan tersebut, 7 ekor berjenis kelamin jantan dan 2 ekor betina.
  3. Tanggal 15 Juni 2022 asal telur dari Pantai Boom direlokasi pada alat INTAN BOX yang berada di sekretariat BSTF. Tanggal 10 Agustus 22 menetas masa inkubasi 56 hari dengan setting temperatur 28 – 29,50 C. Tanggal 21 Oktober 22 dilepasliarkan usia pemeliharaan selama 72 hari sebanyak 10 ekor. Dari 10 ekor yang dilepasliarkan tersebut, 9 ekor berjenis kelamin jantan dan 1 ekor betina.
  4. Tanggal 18 Juni 2022 asal telur dari Pantai Boom direlokasi pada alat INTAN BOX yang berada di sekretariat BSTF. Tanggal 15 Agustus 22 menetas masa inkubasi 58 hari dengan setting temperatur 28 – 29,50 C. Tanggal 21 Oktober 22 dilepasliarkan usia pemeliharaan selama 67 hari sebanyak 22 ekor. Dari 22 ekor yang dilepasliarkan tersebut, 21 ekor berjenis kelamin jantan dan 1 ekor betina.

Tukik yang dilepasliarkan hasil intan box saat ini memiliki respon sama dengan tukik hasil penetasan telur alami maupun semi alami. Secara keseluruhan tukik yang dilepaskan berjumlah 50 ekor tukik. Tukik jantan sebanyak 44 ekor dan betina 6 ekor.

Penulis : Gusti Ayu Illiyin Putri Santosa
Editor : Choirun Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *