FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Pengmas Akuakultur FIKKIA Bahas Budidaya Ikan Lokal

KABAR FIKKIA – Program Studi Akuakultur Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat berlokasi di Ruang Pertemuan SMKN 1 Glagah, Banyuwangi dengan topik utama pembenihan lokal air tawar pada Jumat (13/02/2026). Kegiatan ini dihadiri 50 siswa kelas 11 jurusan Agribisnis Perikanan. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini yaitu untuk memberikan wawasan mengenai potensi budidaya ikan lokal yang ada di Banyuwangi.

Pada sesi tersebut siswa mendapatkan materi seputar nutrisi pakan untuk induk dan larva, serta pembenihan. Suciyono, S.St.Pi., M.P. menjelaskan ikan air tawar lokal telah dilirik pasar kuliner, seperti ikan wader, muraganting, nilem, dan tawes. Namun, ketersediaan ikan tersebut masih mengandalkan hasil tangkap di perairan. Sehingga upaya budidaya penting dilakukan agar keberadaan ikan lokal tidak punah.

”Ikan lokal memiliki peran ekologis di perairan seperti sungai, danau, rawa. Mereka merupakan bagian alami dari rantai makanan dan keseimbangan ekosistem” Ujar Suciyono.

Foto bersama. Sumber: Istimewa

Ketahui Budidaya Ikan Lokal Banyuwangi

Siswa tampak antusias ketika Farida Mauludia, S.Pi., M.P., M.Sc. menjelaskan aneka ikan lokal yang ada di Banyuwangi. Penjelasan Dosen Akuakultur tersebut sangat berkenaan dengan hobi memancing yang saat ini sedang hits dikalangan siswa. Peserta dengan mudah mengenali ikan wader pari, tor/ dewa, nilem, muraganting, tawes beserta habitatnya. Ikan tersebut memiliki keunikan perilaku di tiap habitatnya. Oleh karena itu, Farida menekankan rekayasa lingkungan budidaya yang sesuai dengan habitat alaminya.

”Contohnya ikan wader pari, yang hidup di sungai berarus. Kita perlu menambahkan aerator untuk menghasilkan aliran yang cukup serta meningkatkan kadar oksigen di air.” Jelas Farida

Setelah mengetahui karakteristik ikan lokal, siswa belajar manajemen pemeliharaan induk dan larva berdasarkan aspek nutrisi oleh Hapsari Kenconojati, S.Si., M.Si. Pakan menjadi aspek krusial dalam siklus budidaya ikan. Kebutuhan nutrisi dan ukuran pakan disesuaikan dengan masa tumbuh ikan. Pemberian pakan alami seperti cacing sutra dan dapnia diberikan untuk perkembangan larva. Sedangkan fase induk, pakan buatan seperti pelet dapat diberikan untuk mendukung kematangan telur (betina) dan sperma (jantan) sebelum pemijahan.

Penjelasan Hapsari mengenai nutrisi pakan ikan. Sumber: Istimewa

”Kita harus memastikan protein pakan sesuai dengan fase tumbuh kembang ikan. Penting juga menyesuaikan ukuran pakan sesuai dengan bukaan mulut ikan agar termakan. Jadi, nutrisi yang kita siapkan dapat terserap oleh ikan.” Ungkap Hapsari

Menurut siswa XI APAT 2 Roscella Almira Widodo, kegiatan dilakukan bersama kakak mahasiswa UNAIR sangat seru. Banyak ilmu yang tidak ada di materi kelas, saya dapatkan dari narasumber.

”Kalau bisa tiap semester diadakan di SMKN 1 Glagah, menyenangkan dapat berinteraksi dan bertukar ilmu melalui tanya jawab” Ungkap siswa yang disapa Cella itu.

Pengabdian masyarakat ditutup dengan penyerahan 5 pasang indukan ikan wader pari, tor/ dewa, nilem, muraganting, tawes. Selanjutnya indukan tersebut dapat digunakan praktik budidaya di kolam pendidikan SMKN 1 Glagah.

Penulis: Avicena C. Nisa

Editor: Tasya Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *