KABAR FIKKIA – Dalam rangka implementasi mahasiswa dalam nilai pengabdian, BEM Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga mengadakan program Pengabdian Masyarakat (Pengmas) bertajuk Dabeat 2024, dengan tema “Harmoni Sehat: Integrasi One Health untuk Kesejahteraan Sosial, Lingkungan, Pendidikan, dan Kesehatan.”
Pada hari pertama, Sabtu (12/10/ 2024), Pengmas Dabeat 2024 menghadirkan dr. Bintari sebagai narasumber. Seorang pegiat pendaur ulang sampah organik dari Dinas Kesehatan Banyuwangi sekaligus anggota komunitas pengolahan sampah. dr. Bintari membagikan pengetahuan dan keterampilannya kepada para ibu kader posyandu Lingkungan Gombeng, Kacangan Asri, Kaliklatak, Lerek, dan Suko, Kelurahan Gombengsari
Pengelolahan Sampah Rumah Tangga
Topik yang dibawakan dr. Bintari menekankan pentingnya pengolahan limbah rumah tangga untuk mencegah pencemaran lingkungan. Salah satu metode yang dikenalkan adalah pembuatan eco enzyme. Produk hasil fermentasi limbah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai cairan serbaguna dalam rumah tangga. Mulai dari pembersih hingga pupuk tanaman. Selain itu, dr. Bintari juga mengajarkan cara membuat barang serba guna dari sampah yang dapat didaur ulang. Selain mengurangi volume sampah, peserta juga dapat memperoleh manfaat ekonomi dari hasil daur ulang tersebut.

Melalui contoh nyata dan praktik langsung, peserta diharapkan dapat menerapkan cara-cara pengolahan limbah ini dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan sekitar, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran dan rasa tanggung jawab terhadap pengelolaan limbah di rumah masing-masing.
Menurut dr. Bintari, jika masyarakat mulai mengelola limbah organik mereka sendiri, risiko pencemaran dapat ditekan, dan kesehatan lingkungan dapat terjaga.
“Kesadaran ini perlu terus dikembangkan, dan program-program seperti ini menjadi awal yang baik untuk memulai perubahan dari lingkungan terkecil, yakni keluarga,” tambahnya.
Melalui inisiatif ini, BEM FIKKIA UNAIR berharap bahwa masyarakat Desa Gombengsari dapat memiliki pandangan dan kebiasaan baru dalam menjaga lingkungan sekitar, dimulai dari pengelolaan sampah di rumah mereka. Program Pengmas Dabeat 2024 ini diharapkan dapat menjadi titik awal perubahan yang positif bagi Kelurahan Gombengsari dan dapat direplikasi di wilayah-wilayah lain.
“Alhamdulillah teman-teman mahasiswa UNAIR Banyuwangi dapat mampir ke Gombengsari, semoga program-program seperti ini bisa berlanjut lagi karena manfaatnya yang berarti,” ujar Ibu Sumiati, salah satu warga Gombeng.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-15 Life on Land
Penulis: Cheisa Alfii Yudha Nasrullah
Editor: Avicena C. Nisa
