BERITA SIKIA – Pengabdian Masyarakat BEM KM SIKIA 2023 Kabinet Dhaskara Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga tak hanya menyasar ibu-ibu Desa Wonosobo. Minggu (22/10/2023) Organisasi mahasiswa level eksekutif tersebut menargetkan peran serta pembudidaya ikan yang didominasi oleh bapak-bapak. Pemenuhan protein hewani dalam rangka memenuhi kebutuhan gizi untuk mencegah stunting juga wajib diketahui. Salah satu jenis protein hewani yang mudah dan murah didapat adalah ikan. Oleh karena itu sosialisasi Kabinet Dhaskara mengajak kelompok pembudidaya ikan mengenal pedoman budidaya “Good Aquaculture Practices” yang ramah lingkungan. Dosen Akuakultur SIKIA Prayogo, S.Pi., M.P hadir sebagai pemateri dalam sosialisasi tersebut.
Sosialisasi BEM KM SIKIA UNAIR bersama komunitas pembudidaya ikan Desa Wonosobo merupakan bentuk upaya mewujudkan poin 14 SDGs tentang kehidupan bawah air, sekaligus poin 17 tentang kemitraan yang baik dan berkelanjutan.
Kegiatan dihadiri 20 peserta yang tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Banyuwangi. Masih berlokasi di Balai Desa Wonosobo, peserta diajak mempraktekkan langsung bagaimana pembuatan budikdamber ikan lele.

Sistem dan teknologi budidaya ikan meliputi sistem akuaponik, sistem recirculating aquaculture (RAS), sistem heterotroph (pemanfaatan bakteri), dan sistem bioflok.
- Sistem recirculating aquaculture (RAS): teknologi dengan menerapkan sistem budidaya ikan secara intensif dengan menggunakan infrastruktur yang memungkinkan pemanfaatan air secara terus-menerus.
- Sistem heterotroph dengan pemanfaatan bakteri pendegradasi yang merupakan agen pengendali biologi yang memiliki kemampuan dalam perbaikan kualitas air melalui perombakan atau pendegradasi bahan organik dalam perairan.
- Sistem bioflok adalah kumpulan berbagai organisme yang tergabung dalam gumpalan, bioflok tersusun atas organisme hidup dan tidak hidup.
- Sistem akuaponik yang merupakan teknologi budidaya yang memadukan antara ikan dan tanaman.
Prayogo menjelaskan manajemen budidaya ikan dengan berpedoman “Good Aquaculture Practices”. Mempunyai ciri-ciri penerapan teknologi anjuran, ramah terhadap lingkungan, dan produk yang dihasilkan berkualitas baik. Good Aquaculture Practices berlaku bagi semua spesies atau kultivan yang dibudidayakan diantaranya udang, nila, kerapu, patin, tombro, bandeng, lele, gurami, dan ikan lainnya. Penerapan teknologi anjuran disamping dilakukan melalui pemilihan lokasi, rancang bangun dan konstruksi yang baik dan benar, maka harus dibarengi juga manajemen budidaya ikan yang baik dan benar pula

Kegiatan diakhiri dengan pembagian alat dan bahan pembuatan budikdamber. Setiap pembudidaya diberi kit budikdamber yang berisi ember, pasir, gelas plastik, dan benih lele. Kedepannya mahasiswa ikut mendampingi pembuatan budikdamber tersebut agar program terlaksana dengan baik.
Penulis: Raket Wonggo Murgiya
Editor: Avicena C. Nisa
