FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Pengmas SIKIA UNAIR Dapat Rapor Hijau LPPM

BERITA SIKIA – Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga Banyuwangi lakukan Program Monitoring dan Evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Airlangga Pada Minggu (22/10/2023) siang. Dalam kesempatan tersebut, LPPM UNAIR mengirimkan satu reviewer yaitu Dr Sulistiawati dr MKes yang juga merupakan Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga bersama tim LPPM. Visitasi didasarkan pada program pengabdian masyarakat yang menarik untuk dikunjungi oleh reviewer.

Ketua Unit Publikasi Ilmiah, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat SIKIA UNAIR, Aditya Yudhana, drh., M.Si menuturkan terdapat dua skema pengabdian masyarakat yaitu Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam kegiatan inisiasi kader konservasi penyu yang bersifat satu kali penyelenggaraan dengan pengadaan proposal yang baru. Serta Pemberdayaan dan Pengembangan Desa Binaan (PPDB) dengan skala multiyear yang diinisiasi dalam pemberdayaan fokus pengelolaan sampah sejak tahun 2022.

Pembukaan greenhouse edukasi di Pendopo Pulau Santen

Dalam pelaksanaan monev tersebut, semua mitra hadir dalam satu lokasi untuk memudahkan kunjungan lapangan reviewer yang dilakukan sebelum launching greenhouse Pulau Santen itu. Dr. Sulistiawati mengemukakan ketertarikannya dan sangat merekomendasikan keberlanjutan program pada tahun selanjutnya. Karena program sudah terinisiasi dan berjalan dengan baik. Dengan menginjaknya kegiatan tersebut di tahun kedua, maka waktu pelaksanaan program akan segera berakhir. Beliau menyebut secara teknis skema PPDB dan PKM yang dilaksanakan pada tahun ini dapat digabung dalam proposal pengabdian masyarakat berskema PPDB. Dengan hasil rapor hijau tersebut maka proposal selanjutnya akan mendapatkan prioritas karena sudah jelas dampak dan selanjutnya dapat menguatkan pemberdayaan masyarakat.

Jayanti Dian Eka Sari, S.KM., M.Kes menjelaskan tentang etika membuang sampah. Foto: Panitia

Arah gerak pengabdian masyarakat SIKIA UNAIR tak hanya terbatas Community Service belaka, namun semakin merujuk pada Community Development. Artinya pemberdayaan masyarakat perlu waktu yang tidak hanya dapat ditangani selama satu tahun. Atas rekomendasi tersebut Aditya Yudhana, drh., M.Si dan Jayanti Dian Eka Sari, S.KM., M.Kes akan berusaha melanjutkan program tersebut di tahun berikutnya.

Baca Juga: Semarak Soft Launching Eduwisata Pulau Santen, SIKIA Gelar Perlombaan Anak

Kini sudah ada greenhouse education bersama kader masyarakat yang sudah bentuk. Sehingga pemberdayaan selanjutnya akan lebih mengembangkan program yang dapat diimplementasikan masyarakat. Dari segi pengolahan limbah, kader wanita dapat menawarkan program pengolahan sampah dan secara teknis praktis melakukan pembuatan produk. Hasilnya dapat dipajang di greenhouse edukasi dan yang lain dapat dijual sebagai kerajinan tangan. Dari segi konservasi, kader pria akan dilatih dalam penyelamatan telur penyu, tukik, dan penyu dewasa. Saat ini, SIKIA UNAIR telah menyediakan buku panduan yang dapat dibaca. Tentu pemberian latihan yang dipandu bersama mitra profesional akan memudahkan pemahaman mereka dalam penyelamatan dan perawatan penyu berbasis konservasi. Selanjutnya kader bersama mitra dapat mengkonsep standar operasional (SOP) pelepasliaran penyu bersama masyarakat umum baik secara insidental maupun terjadwal.

Dengan keberlanjutan program yang akan dilakukan, maka kegiatan ekonomi masyarakat dapat bersirkulasi dari penjualan produk olahan sampah, peningkatan jumlah kunjungan dan penjualan UMKM sekitarnya. Kegiatan ini dapat menjadi sebuah pilot project eduwisata yang digarap dengan konsep kolaborasi dari UNAIR bersama mitra dengan target pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Lewat program yang terintegarsi tersebut masyarakat Pulau Santen dapat berdaya dan sejahtera

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Tasya Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *