KABAR FIKKIA – Banyuwangi menjadi tuan rumah pengabdian masyarakat yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (IMAKAHI). Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, menjadi lokasi rangkaian acara Pengabdian Masyarakat Nasional (PENGMASNAS) tahun 2024. Pada Sabtu (23/11/2024), 90 mahasiswa kedokteran hewan dari berbagai universitas di seluruh Indonesia turun langsung melihat dan memeriksa hewan ternak disana.
Peserta PENGMASNAS 2024 diikuti oleh mahasiswa dari Universitas Padjajaran, Universitas Riau, Universitas Ailangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Wijaya Kusuma, IPB University, Universitas Nusa Cendana, Universitas Syiah Kuala, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Brawijaya.
Agenda utama meliputi pemberian obat cacing, obat anti ektoparasit, dan vitamin untuk ternak, serta pemberian premix, yakni campuran pakan bernutrisi yang mendukung kesehatan hewan ternak.

Para peserta dibagi menjadi 10 kelompok. Mereka bekerja bersama-sama dengan supervisor yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan FIKKIA, serta dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi. Sebanyak 458 ekor kambing dan sapi berhasil diberikan pengobatan dan suplemen nutrisi. Salah satu peternak setempat, Pak Heri, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk ternak-ternak di sini. Saya harap kegiatan seperti ini dapat dilakukan di daerah lain” ujar Pak Heri penuh semangat.
Asah Kemampuan Komunikasi dan Kolaborasi
Bagi peserta, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga. Peserta pengmas dapat memperluas wawasan mereka tentang penanganan kesehatan hewan di lapangan serta mengasah keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Antusiasme terlihat dari semangat para mahasiswa saat mengunjungi setiap dusun. Mereka juga mendapatkan wawasan langsung tentang tantangan yang dihadapi peternak di daerah pedesaan. Menjadikan kegiatan ini lebih dari sekadar praktik, tetapi juga bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.

Setelah sehari penuh beraktivitas, Sabtu malam diisi dengan malam keakraban yang menjadi momen untuk mempererat hubungan antar peserta. Kegiatan ini melibatkan pemutaran video dokumentasi dari setiap kelompok, penampilan yel-yel, dan berbagai permainan interaktif. Peserta tampak sangat menikmati suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
PENGMASNAS IMAKAHI 2024 di Desa Macan Putih menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antar mahasiswa, akademisi, dan masyarakat dapat membawa manfaat besar. Tidak hanya memberikan dampak positif bagi kesehatan hewan ternak, kegiatan ini juga memperkuat peran mahasiswa kedokteran hewan sebagai agen perubahan di masyarakat.
Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di berbagai daerah lainnya, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Desa Macan Putih kini menjadi saksi kolaborasi lintas daerah yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan ternak di Indonesia.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke 15 – Life on Land.
Penulis: Hanifa Khansa Khairunnnisa
Editor: Avicena C. Nisa
