FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Pengmasnas IMAKAHI 2025 Mahasiswa Fokus Pelayanan Kesehatan Hewan di Gunungkidul

KABAR FIKKIA – Mahasiswa Kedokteran Hewan FIKKIA Universitas Airlangga turut mengambil peran penting dalam agenda nasional Pengabdian Masyarakat Nasional (Pengmasnas) IMAKAHI. Tahun ini, Pengmasnas diselenggarakan tiga hari (21-23/11/2025) oleh FKH Universitas Gadjah Mada sebagai tuan rumah. Mengusung tema “Satunggaling Laku, Satunggaling Rasa: Sastra Bakti Bersatu Menabur Arti, Menjalin Abdi Dalam Satu Aksi”, kegiatan menekankan nilai kebersamaan dalam tindakan dan rasa. Selaras dengan makna ungkapan Jawa Satunggaling Laku Satunggaling Rasa yang menggambarkan harmoni pengabdian kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan hewan.

Sebanyak 11 delegasi FIKKIA UNAIR bergabung bersama 80 peserta dari Kampus Kedokteran Hewan se-Indonesia yang tergabung dalam IMAKAHI. Diantaranya UNAIR, UB, UGM, IPB, UWKS, UNRI, UNP, UNUD, UNHAS, UNPAD, USK, dan Undana. Program ini menjadi wahana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu, melayani masyarakat, serta mengembangkan empati dan profesionalisme dalam pengabdian sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pelatihan Teknik Veteriner Dasar

Pelaksanaan Pengmasnas dibuka di Auditorium FKH UGM melalui sambutan dari Ketua Pelaksana, dilanjutkan oleh Prof. dr. drh. Aris Haryanto, M.Si., selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni. Perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, drh. Retno Widyastuti, juga turut memberikan sambutan dan arahan mengenai kondisi kesehatan hewan di wilayah sasaran.

Setelah seremoni pembukaan, peserta menuju Teaching Farm Playen untuk mengikuti pelatihan teknis meliputi handling, restrain, dan casting pada sapi, kambing, dan domba. Peserta juga mendapatkan pelatihan prosedur injeksi intramuskular, intravena, intraperitoneal, subkutan di bawah bimbingan dosen FKH UGM. Kegiatan hari pertama diakhiri dengan briefing lapangan di dusun masing-masing menjelang pelaksanaan Pelayanan Pengaduan Masyarakat (yanduan).

Yanduan dan Workshop Penyakit Ternak

Hari kedua menjadi inti dari Pengmasnas. Mahasiswa terjun langsung melakukan yanduan bersama dokter hewan dan paramedis setempat. Layanan yang diberikan meliputi penyuluhan vaksinasi, pemberian injeksi vitamin oleh dokter hewan dan paramedis pendamping, pemberian desinfektan, pemeriksaan rektal, serta pengecekan kondisi kesehatan ternak kepada kelompok ternak di Desa Getas, Gunungkidul.

Dokter hewan dan tenaga medis veteriner melakukan vaksinasi sapi milik warga. Sumber: Istimewa

Pada malam hari, peserta dan warga sekitar dusun mengikuti workshop materi veteriner seputan kesehatan ternak. Membahas penyakit-penyakit penting di peternakan seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), Antraks, Brucellosis, serta Septicemia epizootica yang diisi langsung oleh Dokter Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunung Kidul. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan UMMB (Urea Molasses Multinutrient Block) sebagai pakan tambahan bagi ternak ruminansia.

Proses pemadatan UMMB oleh peserta Pengmasnas. Sumber: Istimewa

“Pengmasnas IMAKAHI 2025 bukan hanya sekadar kegiatan pengabdian semata untuk formalitas. Ada perasaan satu dari berbagai individu seluruh Indonesia yang bersama-sama ingin mengabdikan ilmu untuk masyarakat demi kesejahteraan manusia dan hewan.” Ujar Angela Clarissa FIKKIA angkatan 2024.

Kegiatan ditutup dengan acara bonding dan closing ceremony di Auditorium FKH UGM. Setiap peserta memainkan games kekompokan yang telah disiapkan panitia dan saling mengabadikan kebersamaan. Terselenggaranya Pengmasnas menjadi wadah bagi seluruh delegasi untuk mempererat jejaring dan merefleksikan pengalaman selama tiga hari kegiatan.

Melalui partisipasi dalam Pengmasnas IMAKAHI 2025, mahasiswa FIKKIA UNAIR menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat bukan hanya tentang praktik teknis di lapangan, tetapi juga tentang membangun harmoni rasa dan tindakan sebagaimana pesan tema Satunggaling Laku, Satunggaling Rasa. Kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi profesional sekaligus memperkuat komitmen sosial dalam dunia kesehatan hewan.

Penulis: Nafisa Nur Hanifa

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *